![]() |
| Calo Samsat Surabaya, dibiarkan oleh petugas terkait |
Surabaya,LiputanIndonesia.co.id – Maraknya praktek percaloan sudah jadi rahasia umum untuk pengurusan surat surat kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Harus melewati calo atau makelar kalau mau cepat dan mudah, dengan merogoh kocek dalam dalam.
Seperti Samsat Selatan (ketintang) Surabaya, Jawa Timur banyak berkas titipan untuk memuluskan pengurusannya seperti, tanpa STNK dan kendaraan bisa, tapi harus orang orang tertentu yaitu Makelar atau calo. Sementara warga yang tak menyelipkan uang lelah, tentu harus menunggu beberapa hari. Hal inilah yang mungkin membuat pungli yang sudah dibersihkan kembali muncul.
Malah tak kalah mencengangkan lagi salah satu paur staf paur samsat ketintang, yang bernama putra,sewaktu dikonfirmasi dengan arogannya malah menantang “angkat saja mas”, ungkap putra saat dikonfirmasi oleh media. Akan tetapi beda lagi stetmentnyabegitu dikonfirmasi ulang. Malah diarahkan menghadap PAUR Abah Pian. Padahal Abah Pian tidak ada didalam ruangan, dihubungi via telepon oleh awak media tidak ada balasan. Terkesan mengelak dan menghindar staf paur tersebut.dengan nada tercetus,”saya tidak tau apa – apa mas”, cetusnya.
Seharusnya samsat ketintang Surabaya bukan menutup nutupi percaloan tersebut kalo mereka tidak ada main mata. Jelas jelas calo lalu lalang berada di dalam samsat, maupun diluar setiap jam pelayanan. Sementara dari pantauan di loket untuk penulisan buku BPKB, beberapa orang dari biro jasa yang mengurus BPKB, selalu menyelipkan sejumlah uang atas pengurusan beberapa buku tersebut. Hasilnya penulisan buku itu dipercepat.
Mungkin putra selaku staf paur samsat (selatan) ketintang sudah biasa dengan aktivitas perca loan yang sudah berjalan sekian lama tak di permasalahkan oleh atasan nya.
Dengan nada cuex dan terkesan arogan staf paur sewaktu di confirmasi oleh media itu membuktikan mereka seakan tak merasa ber dosa membiarkan itu semua terjadi.
Sangat jelas praktek praktek percaloan sangat meresahkan masyarakat yang notabene tidak membantu masyarakat malah membuat beban pengeluaran dana membengkak, hal ini adanya penyikapan tegas oleh pihak pihak terkait agar kedepan bisa lebih membantu masyarakat dalam pelayanan murah tanpa biaya tambahan apa apa.
Kejadian kejadian ini sangat marak jika kita berdiam diri dan mengamati di lokasi lokasi pengurusan STNK atau lainnya, perilaku ini sangat terang terangan dilakukan oleh para calo dan seolah olah dibiarkan oleh petugas terkait akan adanya percaloan di tempatnya. (Rifai).







