![]() |
| Apresiasi Warga Tinggi, Doa dan Tumpeng Jadi Simbol Syukur Kemerdekaan |
Liputan Indonesia || Surabaya, – Semangat nasionalisme dan rasa syukur menyelimuti warga RT 09, Kali Butuh, Kelurahan Tembok, Kecamatan Bubutan, Surabaya dalam peringatan Malam Tasyakuran/Tirakatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Minggu malam, 16 Agustus 2026.
Acara yang digelar di lingkungan RT ini menjadi bentuk penghargaan dan terima kasih kepada negara, khususnya kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," Ungak Erwanto RT 9, Kali Butuh.
Tampak warga dari berbagai usia memadati lokasi dengan mengenakan atribut merah putih. Suasana akrab tercipta saat warga duduk lesehan bersama menikmati tumpeng dan hidangan tradisional.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan Ketua RT, hingga doa bersama untuk keselamatan bangsa dan arwah para pahlawan.
Alhamdulillah. Apresiasi warga sangat tinggi. Ibu-ibu PKK kompak menyiapkan hidangan, bapak-bapak bergotong royong memasang dekorasi, sementara anak-anak tampil membawakan lagu-lagu perjuangan," Imbuh nya.
“Ini bukan hanya acara seremonial. Tapi bentuk syukur kita kepada Allah dan kepada para pahlawan. Tanpa perjuangan mereka, kita tidak bisa merdeka seperti sekarang,” ujar Ketua RT 09 dalam sambutannya.
Yang menjadi momen mengharukan adalah sesi mengisahkan perjuangan para pejuang zaman dulu. Panitia mengajak warga, terutama generasi muda, untuk mengingat kembali sejarah.
Disebutkan nama-nama besar seperti Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Proklamator, Jenderal Soedirman yang bergerilya dengan kondisi sakit, *Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Surabaya lewat pidato 10 November, hingga para pejuang tak dikenal yang gugur di medan perang.
“Kemerdekaan ini dibayar mahal dengan darah dan air mata. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, dan tidak melupakan sejarah,” lanjut Ketua RT.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan ramah tamah warga. Tumpeng yang dihias logo Garuda menjadi simbol bahwa semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Warga berharap tradisi tirakatan seperti ini terus dilestarikan. Karena dari sinilah nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air ditanamkan dari tingkat RT.
“Meriah, kompak, dan penuh makna. Semoga Indonesia di usia 81 tahun semakin maju dan jaya,” pungkasnya.
Penulis :kib
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar