Liputan Indonesia || SAMPAMG – Polemik ditemukannya menu makanan bergizi gratis (MBG) berupa ayam geprek yang terdapat ulat belatung di TK Nurul Huda di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang pada tanggal 2 April 2026 lalu itu laporannya hingga mengudara ke pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp (WA) wali murid TK Nurul Huda. Salah satu wali murid di dalam grup tersebut menyampaikan jika di menu MBG yang berasal dari Dapur SPPG Raden Al Ansor, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang itu diterima anaknya berupa daging ayam dilapisi tepung ditemukan ulat belatung berwarna putih.
“MBG tadi ada ulatnya, coba yang lain cek ya sebelum dimakan. Tadi itu banyak ulatnya, tapi sebagian masuk dalam dagingnya. Bagi yang belum dimakan, coba di cek ya sebelum dimakan,” komentar salah satu wali murid di grup WA itu dengan mengirimkan video yang menunjukkan ulat kecil berwarna putih masih bergerak.
Sementara itu, Rahmat selaku Kepala SPPG Raden Al Ansor saat bertemu dengan Liputan Indonesia membenarkan jika menu dari dapurnya itu hari Kamis (02/04/2026). Dia berdalih jika munculnya ulat belatung di daging ayam menu MBG dari dapurnya tersebut akibat kesalahan penerima itu sendiri.
“Itu wadahnya sudah bukan ompreng tetapi kertas minyak (kertas nasi, Red). Jika ada kesalahan, itu bukan dari dapur, tetapi mutlak kesalahan dari penerima manfaat,” dalihnya saat bertemu wartawan Liputan Indonesia, Kamis (09/04/2026).
Dihubungi terpisah, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto membenarkan adanya informasi terkait menu MBG daging ayam berulat itu. Pihaknya sudah menindaklanjutinya dengan memanggil pihak dapur dan melaporkan kejadian dimaksud kepada Satgas MBG Provinsi Jawa Timur.
“Iya benar. Kami langsung koordinasi dengan pihak Korwil MBG dan Camat setempat untuk melakukan pengecekan terkait kebenaran informasi itu. Selanjutnya, kami langsung menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada Satgas MBG Provinsi Jawa Timur, dan pastinya akan diteruskan ke pihak BGN di pusat,” tegasnya, Sabtu (11/04/2026) siang.
Darmanto, begitu biasa disapa. Juga mengungkapkan jika dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sampang.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah agar menolak jika terdapat menu MBG yang dinilai tidak sesuai atau bermasalah. Termasuk kepada pihak Posyandu juga demikian. Agar nantinya pihak dapur tidak bisa mengajukan pencairan dananya,” tutupnya.
Penulis : MSA
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar