Waduh!? Donald Trump calonkan diri sebagai capres AS lagi: Enam tantangan yang berpotensi menghambatnya

Donald Trump telah mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden AS, sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh mantan presiden usai kalah dalam pemilu sebelumnya.

Liputan Indonesia || USA, - Dalam pidato pengumumannya yang berdurasi lebih dari satu jam, Trump banyak membanggakan capaian-capaiannya selama menjabat sebagai presiden, sekaligus mengkritik dua tahun pertama masa kepemimpinan Joe Biden. Pidato tersebut menunjukkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki Trump.

Dia memiliki pemahaman yang tidak tertandingi mengenai masalah-masalah yang dianggap penting oleh kelompok konservatif akar rumput, seperti imigrasi dan kejahatan.

Gayanya yang tidak bisa diprediksi dan cenderung menghasut membuatnya menjadi bahan pemberitaan sekaligus menyangkal sorotan para pesaingnya.

Trump memiliki basis pendukung yang setia dan dapat memotivasi orang-orang Amerika yang biasanya enggan memilih.

Setelah empat tahun menjabat, banyak pendukungnya menjabat sebagai otoritas di dalam Partai Republik.

Namun, pidato itu juga menyoroti beberapa kelemahan utama Trump.

Trump mengabaikan persoalan-persoalan sulit dan kesalahan langkahnya selama pandemi Covid.

Dia juga benar-benar mengabaikan penolakan-penolakan hasil pemilu selama berbulan-bulan hingga memuncak pada serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol oleh massa pendukungnya.

Trump berupaya mempertahankan kinerja Partai Republik pada pemilu sela pekan lalu serta dukungannya untuk kandidat-kandidat yang kalah. Langkah ini membuatnya kian dikecam di kalangan konservatif.

Trump mengatakan tugas ke depan bukan untuk “kandidat konvensional”, namun untuk pergerakan jutaan orang, gerakannya, rakyatnya, dan kampanyenya.

Dia memimpin gerakan itu ke kursi kepresidenan enam tahun lalu, namun ada sejumlah alasan bahwa rintangan yang akan dihadapi Trump untuk kembali ke Gedung Putih kali ini lebih menakutkan. Berikut beberapa alasannya.

1. Rekam jejak kepemimpinan

Delapan tahun yang lalu, sepak terjang Trump di dunia politik ibarat lembar kosong. Tidak ada rekam jejaknya sebagai pejabat, sehingga para pemilih bisa menaruh harapan dan keinginan mereka kepadanya.

Dia bisa menjanjikan banyak hal tanpa dikritik berdasarkan kekurangan dan kegagalan masa lalunya.

Situasinya kini berbeda. Meski Trump memiliki sejumlah pencapaian kebijakan yang menonjol selama empat tahun menjabat, termasuk pemotongan pajak dan reformasi peradilan pidana, dia juga memiliki sejumlah kegagalan yang menonjol.

Para pendukung Partai Republik akan mengingat ketidakmampuannya mereformasi sistem layanan kesehatan serta janjinya soal investasi infrastruktur yang tidak membuahkan hasil.

Selain itu, penanganan Trump soal pandemi Covid juga membuatnya rentan dikritik di berbagai bidang.

Demokrat telah lama mengkritik respons Trump kurang agresif, namun sejumlah kelompok sayap kanan meyakini bahwa dia bertindak terlalu jauh mendukung upaya mitigasi yang dimandatkan pemerintah.

2. Bayangan peristiwa 6 Januari

Trump tidak bisa mencalonkan diri hanya bermodal pencapaian kebijakannya sebagai presiden. Dia juga harus membela diri soal bagaimana dia menghadapi masa-masa akhir kepresidenannya serta perannya dalam serangan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Apa yang terjadi pada hari itu tidak akan mudah dilupakan. Saat itu para pendukungnya mengibarkan spanduk Trump di tengah gas air mata ketika mereka menyeruduk Gedung Capitol hingga sempat menghentikan peralihan kekuasaan secara damai.

Pemilu sela menunjukkan bahwa apa yang terjadi pada hari itu, termasuk pernyataan dan tindakan Trump selama beberapa pekan menjelang peristiwa itu mungkin masih memengaruhi sikap pemilih.

Banyak kandidat Partai Republik mendukung penuh penolakan Trump untuk menerima kekalahannya dalam hasil pemilu 2020.

Peforma dari banyak kandidat-kandidat ini ternyata lebih buruk dibandingkan kandidat Partai Republik yang tidak blak-blakan soal penolakan hasil pemilu.

3. Masalah hukum

Salah satu alasan mengapa Trump tampak begitu bersemangat mencalonkan diri kembali karena itu memungkinkan dia lebih mudah membingkai berbagai penyelidikan kriminal dan perdata terhadapnya sebagai bagian dari balas dendam politik.

Meskipun cara itu mungkin berhasil dalam konteks hubungan masyarakat, namun risiko hukum Trump dalam kasus-kasus ini sangat nyata.

Trump saat ini menghadapi penyelidikan kriminal soal gangguan pemilu di Georgia, kasus penipuan sipil yang menargetkan kerajaan bisnisnya di New York, gugatan pencemaran nama baik yang melibatkan tuduhan pelecehan seksual, penyelidikan federal atas perannya dalam serangan Capitol, dan penanganannya terhadap materi-materi rahasia setelah lengser.

Salah satu dari investigasi itu dapat mengarah pada persidangan besar-besaran yang akan mendominasi pemberitaan dan dapat mengganggu rencana kampanye Trump.

Skenario terburuk yang akan dihadapi Trump mencakup hukuman finansial besar-besaran atau penjara.

4. Lawan yang lebih kuat

Donald Trump mencalonkan diri sebagai capres AS.

SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Ron DeSantis (kanan) berpeluang menjadi pesaing Trump dalam kontestasi calon presiden dari Partai Republik.

Ketika pemilihan calon presiden dari Partai Republik dimulai delapan tahun lalu, Trump berhadapan dengan gubernur Florida yang dianggap sebagai unggulan partai. Meskipun Jeb Bush ternyata terbukti layaknya macan kertas.

Perang kampanye masif dan nama yang termahsyur tidak lah cukup. Dia tidak sejalan dengan basis Partai Republik soal kebijakan imigrasi dan pendidikan. Nama Bush di dalam partai saat ini juga tidak sekuat dulu.

Jika Trump ingin mencalonkan diri pada 2024, dia kemungkinan harus kembali menghadapi Bush lebih dulu.

Berbeda dengan Bush, sosok lainnya yakni Gubernur Florida saat ini, Ron DeSantis baru saja memenangkan pemilihan ulang yang luar biasa yang menunjukkan bahwa dia sejalan dengan pendukung inti partainya.

Meski belum teruji di kancah nasional, kharisma politik DeSantis sedang menanjak.

Belum jelas apakah DeSantis akan mencalonkan diri, atau siapa sosok lainnya yang akan mengikuti kontestasi pemilihan calon presiden dari Partai Republik saat ini.

Nama Bush bisa muncul sebagai pilihan konsensus antara pendukung setia partai yang enggan memberi kesempatan lagi kepada Trump.

Jika itu terjadi, para pemilih Partai Republik mungkin memiliki pilihan biner yang akan memperbesar peluang mereka menghentikan Trump sebelum pencalonannya aman.

5. Masalah popularitas

Menjelang pengumuman Trump untuk mencalonkan diri, sebuah kelompok konservatif merilis serangkaian hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Trump membuntuti Ron DeSantis dengan selisih dua digit di antara pemilih Partai Republik di Negara Bagian Iowa dan New Hampshire.

Kedua negara bagian tersebut mengadakan pemungutan suara di awal proses pencalonan Partai Republik.

DeSantis juga memimpin dengan 26 poin di Florida dan 20 poin di Geordia, yang menggelar pemilihan Senat putaran kedua pada Desember.

Dia negara-negara bagian ini, jumlah pemilih Trump jauh lebih rendah dibanding survei-survei sebelumnya.

Berdasarkan exit poll dari pemilu sela pekan lalu, Trump sama sekali tidak populer, termasuk di negara bagian yang penting untuk dimenangkan demi mengamankan kursi kepresidenan.

Di New Hampshire, hanya 30% pemilih yang menyatakan bahwa mereka ingin Trump mencalonkan diri sebagai presiden lagi. Di Florida, jumlahnya hanya 33%.

Trump tentu saja terbukti bisa mengatasi hal-hal negatif terkait pencalonannya pada 2015 lalu.

Namun setelah delapan tahun dia menjadi politisi di panggung nasional AS, pandangan negatif terhadap Trump kali ini kemungkinan besar tidak akan berubah.

6. Usia senja

Apabila Trump berhasil memenangkan kursi kepresidenan, dia akan berusia 78 tahun ketika dilantik.

Meskipun usianya sama dengan Joe Biden ketika awal menjabat, Trump akan menjadi presiden tertua kedua dalam sejarah AS.

Waktu memengaruhi setiap orang secara berbeda, namun beban usia yang kian menua tidak bisa dihindari.

Tidak ada jaminan bahwa Trump bisa bertahan pada kampanye-kampanye sengit yang diperlukan untuk memenangkan nominasi Partai Republik, terutama ketika dia diadu dengan kandidat yang jauh lebih muda.

Trump telah menunjukkan kekuatannya di masa lalu, tapi setiap orang tentu memiliki batas.


Penulis : red
Source: BBC Indonesia


Media Liputan Indonesia

DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers


HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK


Kirim via:

WhatsApps / SMS:
08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com

PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.



Komentar

Artikel lainnya:


toko online liputan Indonesia

toko online zeirshopee
Pengunjung Hari ini
Isi Pemberitaan Tanggung Jawab Wartawan Masing-masing, PT. Lindo Sahabat Mandiri penerbit Media Liputan Indonesia hanya memberikan bantuan Hukum bilamana melanggar / tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalis sesuai UU Tentang Pers no. 40, Tahun 1999. Wartawan Liputan Indonesia Wajib Tunduk dan Patuh serta Bekerja Berdasarkan Kode Etik Jurnalis dan UU Tentang Pers No: 40 Thn 1999. Liputan Indonesia, Berita Terbaru, Berita Utama
Nama

#BeritaViral,256,Advertorial,328,BAIS,5,Berita Utama,2104,Berita-Terkini,1345,BIN,9,BNNK,8,BNNP,5,Capres 2024,5,Covid-19,131,Destinasi-Wisata,67,EkoBis,382,Galeri-foto-video,155,Gaya-Hidup,120,Hak Jawab,4,Hoax / Fakta,5,Hobby,63,HuKrim,1382,Info Haji,19,Internasional,357,Internet,82,Kesehatan,519,Kicau Mania,23,KPK,8,Kuliner,15,Laporan-Masyarakat,415,Lindo-TV,118,Liputan Haji Indonesia,5,Liputan-Investigasi,375,Lowongan Kerja,3,Melek-Hukum,68,Nasional,1687,Olahraga,91,Opini Rakyat,159,Otomotif,12,Pemerintah,1110,Pendidikan,126,Peristiwa,614,PERS,5,Pilpres 2024,1,Politik,550,POLRI,1523,Pungli,31,Regional,3789,Religi,192,Sejarah,56,Selebritis,76,Seni-Budaya,89,ShowBiz,104,Technology,137,Tips-Trick,116,TNI,722,
ltr
item
Berita Utama, Informasi Terbaru, Kabar Terkini, Indonesia dan Dunia - LiputanIndonesia.co.id: Waduh!? Donald Trump calonkan diri sebagai capres AS lagi: Enam tantangan yang berpotensi menghambatnya
Waduh!? Donald Trump calonkan diri sebagai capres AS lagi: Enam tantangan yang berpotensi menghambatnya
Liputan Indonesia || USA, - Trump pidato pengumumannya maju Presiden USA Lagi, Trump Sombong, membanggakan capaian-capaiannya yang arogan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx9jFqskWcNMkFA_FIqSeYjkRW2fGkEjytUOckesYzZmUAECBYGCL72MX5IpEhffGgZ2f3nWgcC37Uzce1j-1_ooUNBWnH4yK-aB0fGeaVp8TMmTbNegXJ-mC0ABEk9Kcz32XTQiRbj16uuG77MzXDZznFnuusvh1ewPj9Yz0onNP_7Q4DRlztn01_iw/w400-h225/Donald%20Trump%20calonkan%20diri%20sebagai%20capres%20AS,%20Enam%20tantangan%20yang%20berpotensi%20menghambatnya.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx9jFqskWcNMkFA_FIqSeYjkRW2fGkEjytUOckesYzZmUAECBYGCL72MX5IpEhffGgZ2f3nWgcC37Uzce1j-1_ooUNBWnH4yK-aB0fGeaVp8TMmTbNegXJ-mC0ABEk9Kcz32XTQiRbj16uuG77MzXDZznFnuusvh1ewPj9Yz0onNP_7Q4DRlztn01_iw/s72-w400-c-h225/Donald%20Trump%20calonkan%20diri%20sebagai%20capres%20AS,%20Enam%20tantangan%20yang%20berpotensi%20menghambatnya.jpg
Berita Utama, Informasi Terbaru, Kabar Terkini, Indonesia dan Dunia - LiputanIndonesia.co.id
https://www.liputanindonesia.co.id/2022/11/waduh-donald-trump-calonkan-diri.html
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/2022/11/waduh-donald-trump-calonkan-diri.html
true
2214155929705458232
UTF-8
Buka semua Berita BERITA TIDAK ADA BUKA SEMUA BACA JUGA BALAS Cancel saja HAPUS Penulis NEWS HALAMAN ARTIKEL BUKA SEMUA Penting Dibaca.. BERITA UTAMA Arsip CARI SEMUA BERITA YANG KAMU CARI TIDAK ADA BRO.. Kembali saja.. Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content