![]() |
| Dok, foto Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Hadrean Renanda |
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono bersama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Hadrean Renanda menyerahkan beberapa salinan pernyataan yang diterima langsung oleh Wakapolrestabes AKBP Hartoyo.
Hadrean Renanda menyampaikan, membakar bendera PDI Perjuangan sama dengan membakar simbol partai. PDI Perjuangan sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera Partai.
"PDI Perjuangan ini merupakan Partai Militan, kami punya kekuatan grass-roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan Bangsa dan Negara. Seluruh kekuatan Partai saat ini fokus pada upaya membantu rakyat di dalam melawan Pandemi Covid-19," kata Hadrean, Jum'at (26/6/2020).
Oleh sebab itu, PDIP Surabaya berharap agar pihak kepolisian secepatnya bisa menangkap dan menindak secara hukum, termasuk pihak yang turut serta agar tidak berkepanjangan. Menyikapi hal ini PDIP mengeluarkan instruksi kepada kadernya untuk menahan diri dan menempuh jalur hukum.
"Jadi beberapa perwakilan pengurus DPC dan PAC se Surabaya hari ini mendatangi Mapolrestabes untuk meminta Kapolri segera mencari pelaku dan mengusut dalang dibalik ini semua. Kami sepakat untuk semua kader menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi. “ imbuh Hadrean Renanda.
Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera Partai, DPC PDIP Kota Surabaya percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi.
Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum, sehingga seluruh kader menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi.(Tjan)








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar