Liputan Indonesia || Surabaya – Di tengah gempuran tren pernikahan modern, mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) Universitas Adi Buana Surabaya mengambil langkah inovatif yang selaras dengan visi kampus sebagai Edutechnopreneurship. Mereka sukses menyelenggarakan seminar akbar bertajuk "Seminar Wedding Jogja Putri: The Timeless Beauty of Jogja Putri" yang berlangsung meriah di Ajang Gelar Adi Buana, Surabaya, pada Jumat (3/7/2026).
Acara ini merupakan manifestasi dari integrasi mata kuliah lintas angkatan: Management Usaha Home Industri 2 (Angkatan 2023), Dekorasi Rias (Angkatan 2024), dan Kerajinan Rias (Angkatan 2025). Sinergi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga kecakapan manajemen bisnis dan pemanfaatan teknologi kreatif.
Seminar ini bukan sekadar diskusi budaya, melainkan laboratorium bisnis nyata. Mahasiswa ditantang untuk mentransformasi warisan filosofis Jogja Putri menjadi peluang industri kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan memadukan riset budaya dan strategi pemasaran digital, mahasiswa membuktikan bahwa melestarikan kearifan lokal dapat dilakukan dengan cara yang modern, efisien, dan berorientasi pada pasar profesional.
Narasumber kaliber nasional, Edi Pranoto (Pranata Cara Profesional) dan Endah Rusman, S.Pd. (Ketua DPD HARPI MELATI Jawa Timur), memberikan wawasan yang mendalam mengenai standar profesional dalam industri tata rias dan adat Jawa, yang kini semakin diminati dengan sentuhan teknologi visual.
Kepala Program Studi PVKK Universitas Adi Buana, Dr. Yunus Karyanto, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah pilar utama dalam mencetak lulusan yang kompetitif. "Ini adalah implementasi project-based learning yang sesungguhnya. Kami ingin mahasiswa memiliki 'DNA' technopreneur yang kuat. Melalui kolaborasi ini, mereka belajar mengelola proyek dari hulu ke hilir—mulai dari perencanaan operasional, pengemasan visual berbasis digital, hingga eksekusi acara berskala profesional. Ini adalah bekal mutlak agar mereka siap menjadi pemimpin industri kreatif di masa depan," ujar Dr. Yunus.
Nur Yunanda, perwakilan mahasiswa angkatan 2023, menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi titik balik bagi kesiapan karier mereka. "Kolaborasi ini melatih kami dalam manajemen tim, problem solving yang kompleks, serta adaptasi terhadap kebutuhan industri wedding yang dinamis. Kami tidak hanya belajar rias, kami belajar membangun brand yang mampu berkompetisi di dunia profesional," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan sukses di Surabaya Selatan ini, Universitas Adi Buana Surabaya semakin mengukuhkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang inovatif, berjiwa entrepreneur, namun tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah budaya Nusantara.
Penulis : red
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar