Liputan Indonesia || Surabaya, – Duka menyelimuti Jl. Petemon Timur No. 50, Kel. Kupang Krajan, Kec. Sawahan, Senin 22 Juni 2026 siang. Satu unit rumah lantai 2 hangus terbakar. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun meninggal dunia. Kakaknya, 11 tahun, selamat setelah nekat melompat dari jendela lantai 2.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya menerima laporan pukul 14.17 WIB dari Bapak Rijal. Unit Tempur Pos Grudo langsung meluncur pukul 14.18 WIB dan tiba di titik kebakaran pukul 14.22 WIB.
Kebakaran terjadi di rumah milik Resky Wahyu Susetyo, 36 tahun. Api pertama kali muncul di lantai 2 rumah berukuran 5x10 meter.
“Ketika petugas tiba di TKK, kondisi api sudah besar. Yang terbakar hanya di lantai 2,” tulis laporan resmi Damkar Surabaya.
Tantangan utama, akses gang hanya selebar 1,5 meter. Selang harus ditarik sejauh 50 meter dari unit ke titik api. Total 9 unit tempur 5 unit rescue dikerahkan dari Pos Grudo, Pos Pakis TVRI, Poskotis Joyoboyo, Rayon 1 Pasar Turi, Rayon 5 Margomulyo, Rayon 4 Wiyung, dan Pos Menur.
Api pokok berhasil dipadamkan pukul 14.35 WIB, hanya 18 menit sejak petugas tiba. Pembasahan selesai dan situasi dinyatakan kondusif pukul 16.15 WIB.
Di tengah kobaran api, ada dua korban kakak beradik yang terjebak di lantai 2.
1. Aldery Ahmad Susetyo, 11 tahun, laki-laki*
Dalam kondisi sadar, Aldery berhasil memecahkan kaca jendela dan melompat keluar menyelamatkan diri. Ia mengalami lecet dan syok. Puskesmas Sawahan langsung memberi penanganan di tempat.
2. Kyaranissa Kamila Susetyo, 4 tahun, perempuan. Naas, sang adik tidak berhasil keluar. Kyaranissa dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Berdasarkan catatan petugas, kedua korban diasuh oleh nenek dan ayahnya. Saat kejadian, ayah korban tidak di rumah.
Meski gang sempit jadi kendala, kesigapan warga yang cepat melapor dan respons cepat Damkar membuat api tidak merembet ke rumah lain.
“Luas keseluruhan rumah 5x10 meter. Luas yang terbakar juga 5x10 meter, tapi hanya di lantai 2. Lantai 1 bisa diselamatkan,” jelas petugas.
Sebanyak 6 instansi terlibat penanganan. Damkar Surabaya, BPBD, Kepolisian, Puskesmas Sawahan, Satpol PP, dan Posko Terpadu Utara Kasuari.
Hingga Senin malam, penyebab kebakaran belum diketahui. Tim Inafis Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah TKP untuk mencari titik awal api.
Warga diminta tidak berspekulasi dan menyerahkan penyelidikan ke pihak berwenang. Kerugian material belum bisa ditaksir. Tragedi Petemon jadi pengingat keras. Damkar Surabaya mengimbau warga:
Himbauan pihak terkait. Rutin cek instalasi listrik, terutama rumah 2 lantai. Korsleting jadi penyebab utama kebakaran rumah. Sediakan APAR atau minimal ember pasir di rumah. Ajarkan anak jalur evakuasi.
Aksi Aldery 11 tahun memecahkan kaca jadi bukti edukasi dini penting. Jangan tutup akses gang dengan barang. Lebar 1,5 meter sudah sangat mepet untuk selang pemadam.
Redaksi: liputanindonesia.co.id menyampaikan duka mendalam untuk keluarga Bapak Resky Wahyu Susetyo, khususnya atas berpulangnya ananda Kyaranissa Kamila Susetyo. Semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga diberi ketabahan.
Penulis :Tim Liputan
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar