Liputan Indonesia || Surabaya – Dibalik setir ada tanggung jawab. Kalimat itu yang dipegang Iwan Bintoro, pengemudi Wuling Almaz L-1167-ABA, usai terlibat laka berantai 31 Oktober 2025 dini hari.Saat melintas Jalan Keputih Tegal pukul 02.50 WIB, kondisi badan Iwan kurang fit. Tanpa sengaja kendaraannya bersenggolan dengan becak motor Miftahul Ulum, lalu menghantam Honda Beat BG-3406-EAF. Danny Boy Ilmi Shinenullah yang jadi penumpang alami luka.
Alih-alih menghindar, Iwan pilih tanggung jawab. Lewat kuasa hukumnya Dr. Teguh Suharto Utomo, ia menyerahkan tali asih ke Danny Boy, Faras Thorfata Bima, dan Miftahul Ulum. Dan sepakat damai," ujar Dr. Teguh Suharto Utomo. 2 Juni 2026.
“Kejadian ini bukan ada kesengajaan, karena saat itu kondisi lagi tidak enak badan,” kata Iwan.
Semua pihak sepakat memaafkan. "Kami anggap ini musibah," ujar Dr. Teguh. Berkas LP/A/1451/X/2025/SPKT tetap dilanjutkan ke PN Surabaya agar damai ini sah di mata hukum," pungkasnya.
Penulis : Tok/tim
Baca juga:
"Berita Terbaru Lainnya"
"Berita Terbaru Lainnya"







Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar