Di hadapan para wakil rakyat, Dewi membeberkan perjuangannya mencari keadilan yang hingga kini masih menemui jalan buntu.
Dalam penjelasannya mengenai kronologi kejadian, Dewi mengungkap fakta mengejutkan.
Ia mengaku pihak keluarga sempat mendapatkan tekanan selama proses penyelesaian kasus berlangsung.
"Kami diminta untuk tidak mempublikasikan kejadian ini. Bahkan, kami sempat diminta membuat pernyataan permohonan maaf kepada institusi," ujar Dewi dengan suara bergetar di depan anggota dewan.
Hingga detik ini, upaya keluarga untuk mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban penuh belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Kehadirannya di DPRD Jatim membawa harapan besar agar lembaga legislatif tersebut bersedia mengawal kasus ini hingga tuntas demi terpenuhinya hak-hak sang anak.
Menanggapi aduan memilukan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jatim menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius. Dalam waktu dekat, pihaknya dijadwalkan akan memanggil pihak Marinir untuk duduk bersama.
"Kami akan segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir untuk melakukan mediasi dengan keluarga korban," tegasnya.
DPRD Jatim berharap mediasi ini nantinya dapat memberikan titik terang dan solusi yang adil bagi korban serta keluarga yang selama ini merasa terabaikan.
Penulis : one
"Berita Terbaru Lainnya"








Media Liputan Indonesia
DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers
HAK JAWAB- HAK KOREKSI-HAK TOLAK
Kirim via:
WhatsApps / SMS:08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com
PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.
Komentar