http://www.liputanindonesia.co.id/ https://www.liputanindonesia.co.id/ https://www.liputanindonesia.co.id/p/liputan-terkini.html https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?orderby=UPDATED https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?alt=rss https://www.liputanindonesia.co.id/sitemap.xml https://www.liputanindonesia.co.id/sitemap.xml?page=1 https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?max-results=9999&alt=json-in-script&callback=loadtoc https://www.liputanindonesia.co.id/atom.xml?redirect=false

Inilah Alasan Pemerintah Tidak Berlakukan Sanksi PSBB Sejak Pertama Kali

Foto: Penumpang KRL tujuan Bogor menanti pemberangkatan di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/4/2020). Seiring dengan pemberlakuan PSBB di DKI, PT KCI membatasi operasional KRL dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan jumlah penumpang 60 orang di setiap gerbongnya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Liputan Jakarta - Sebagai Tenaga Ahli KSP Brian Sriprahastuti mengungkap mengapa pemerintah tidak langsung memberlakukan sanksi terhadap pelanggar penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, pemerintah sudah menyiapkan sanksi terhadap pelanggaran aturan larangan mudik selama bulan Ramadan. Sanksi yang disiapkan berdasarkan pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan. Pidana yang menanti adalah kurungan selama satu tahun dan atau denda sebesar Rp100 juta.

Pemerintah saat ini masih menerapkan edukasi kepada masyarakat. Pelanggar mudik hanya akan disuruh putar arah kembali. Sebab pemerintah memutuskan akan mengedepankan tindakan persuasif di awal

"Memang arahan kita kemarin semangatnya edukasi. Pilihan sanksi hukum bukan yang utama," kata Brian dalam diskusi daring, Minggu (26/4/2020).

Sanksi tersebut baru dapat diterapkan mulai 7 Mei 2020. Brian mengatakan, awalnya pemerintah tidak menerapkan sanksi agar masyarakat tidak kaget dengan aturan baru. Dia mengungkit masyarakat sudah memaksakan untuk mudik sebelum larangan tersebut diberlakukan per 24 April lalu.

"Mengapa tak langsung dilaksanakan, supaya tidak kaget juga. Saya tak menutup mata menjelang tanggal 24 ada data pergerakan manusia, saya duga satu hari kemarin sudah ada orang maksa bergerak. Ini tipikal masyarakat kita begitu," kata Brian.

Adapun pemerintah telah menerima dua kajian terkait pencegahan persebaran virus corona. Pertama, menurut analisis Big Data, sejak diterapkan PSBB jumlah mobilitas masyarakat mulai berkurang. Disimpulkan bahwa hanya dengan PSBB efektif untuk memutus penyebaran virus corona.

"Secara ilmiah banyak studi PSBB ini social distancing yang sangat efektif untuk memutus mata rantai tinggal bagaimana tingkat efektivitas itu, tergantung kedisiplinan orang," kata Brian.

Puncaknya Pertengahan Mei

Namun, ada kajian lain perlu ada pembatasan pergerakan besar-besaran. Yaitu dengan pelarangan mudik dari daerah zona merah seperti Jakarta. Kajian itu menyebut jika ditambah dengan daerah penyangga, episentrum Covid-19 80 persen terpusat di Jakarta.
"Kalau tak dihentikan ini akan menyebar ke daerah lain," kata Brian.

Maka itu, dengan pembatasan demikian diprediksi puncak kurva kasus positif corona berada di pertengahan bulan Mei 2020. Dan akan menurun selanjutnya dengan catatan jaga jarak diberlakukan secara efektif.

"Kalau PSBB ini bisa berjalan efektif kita ingin secepatnya selesai. Kemungkinan puncaknya di pertengahan Mei kemudian akan menurun dengan catatan sosial distancing betul-betul efektif," kata Brian.


Sumber; Liputan6


Media Liputan Indonesia

DIATUR OLEH UNDANG - UNDANG PERS
No. 40 Thn. 1999 Tentang Pers


HAK JAWAB | HAK KOREKSI | HAK TOLAK


Kirim via:

WhatsApps / SMS:
08170226556 / 08123636556
Email Redaksi:
NewsLiputanIndonesia@gmail.com

PT. LINDO SAHABAT MANDIRI
Tunduk & Patuh Pada UU PERS.



Komentar

Iklan

Pengunjung Hari ini

Update #Covid19

Perkembangan Virus Corona di Indonesia:

/fa-clock-o/ Tips & Trick

Iklan

Nama

Advertorial,276,Berita-Terkini,122,Berita-Utama,1515,BNNK,2,BNNP,1,Covid-19,99,Destinasi-Wisata,57,EkoBis,334,Galeri-foto-video,128,Gaya-Hidup,97,Hak Jawab,3,Hoax / Fakta,3,Hobby,36,HuKrim,990,Info Haji,15,Internasional,268,Internet,56,Kesehatan,422,Kicau Mania,18,Komunitas,16,Kuliner,13,Laporan-Masyarakat,345,Lindo-TV,93,Liputan-Investigasi,350,Lowongan Kerja,2,Melek-Hukum,51,Nasional,1401,Olahraga,75,Opini Rakyat,142,Otomotif,10,Pasuruan,14,Pasuruan Kota,4,Pemerintah,926,Pendidikan,101,Peristiwa,530,Politik,496,POLRI,1025,Pungli,20,Regional,3112,Religi,139,Sejarah,31,Selebritis,57,Seni-Budaya,62,ShowBiz,82,Technology,100,Tips-Trick,73,TNI,666,
ltr
item
#1 Berita terbaru, Kabar hari ini, Info terkini viral, Liputan Indonesia dan Dunia: Inilah Alasan Pemerintah Tidak Berlakukan Sanksi PSBB Sejak Pertama Kali
Inilah Alasan Pemerintah Tidak Berlakukan Sanksi PSBB Sejak Pertama Kali
Liputan Jakarta - Tenaga Ahli KSP Brian Sriprahastuti mengungkap mengapa pemerintah tidak langsung memberlakukan sanksi terhadap pelanggar penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)., Liputan6.com, Liputan Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-97yukR51Dow/XqWMvB1dLcI/AAAAAAAAAb0/EE_xS4Lb8I8Yb4J_f324rhyLkVf5OlllgCLcBGAsYHQ/s640/Ini%2BAlasan%2BPemerintah%2BTak%2BBerlakukan%2BSanksi%2BPSBB%2BSejak%2BAwal-Pekan-Pertama-PSBB_-Begini-Suasana-Stasiun-Manggarai-4.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-97yukR51Dow/XqWMvB1dLcI/AAAAAAAAAb0/EE_xS4Lb8I8Yb4J_f324rhyLkVf5OlllgCLcBGAsYHQ/s72-c/Ini%2BAlasan%2BPemerintah%2BTak%2BBerlakukan%2BSanksi%2BPSBB%2BSejak%2BAwal-Pekan-Pertama-PSBB_-Begini-Suasana-Stasiun-Manggarai-4.jpg
#1 Berita terbaru, Kabar hari ini, Info terkini viral, Liputan Indonesia dan Dunia
https://www.liputanindonesia.co.id/2020/04/inilah-alasan-pemerintah-tidak.html
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/2020/04/inilah-alasan-pemerintah-tidak.html
true
2214155929705458232
UTF-8
Lihat Semua Tidak ada yang anda cari Lihat Semua Baca.. Balas Cancel reply Hapus By Home Halaman BERITA Lihat Semua Baca Berita Lainnya BACA ARCHIVE CARI Lihat Semua Tidak ada yang anda cari Kembali Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy