WoW.!! Habiskan Sekitar Rp 1 Miliar Pada 2019, Hendra dan Ahsan Itu Tak Murah

Foto: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat berlaga di ajang Malaysia Masters 2020. (Widya Amelia/PP PBSI)

Liputan Olahraga – Juara dunia 2019 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan gagal meraih gelar pada ajang pembuka 2020, Malaysia Masters. The Daddies terhenti di semifinal.

Ganda putra nomor dua dunia itu ditekuk pasangan Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dalam rubber game 20-22, 21-19, 22-24.

Inilah kekalahan pertama Hendra/Ahsan di semifinal dalam 11 turnamen. Sepanjang 2019, begitu sampai di semifinal, juara dunia tiga kali itu bablas ke partai puncak.

Namun, Hendra/Ahsan mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil ini. Targetnya pada Malaysia Masters memang ‘hanya’ empat besar. Mereka ingin konsisten. Jika sampai akhir April mendatang selalu mencapai semifinal, Hendra/Ahsan menghitung bahwa mereka akan aman menggenggam tiket Olimpiade Tokyo 2020.

”Target kami memang Olimpiade,” kata Ahsan kepada wartawan di mixed zone Axiata Arena, Kuala Lumpur (11/1).

Hendra, 35 tahun dan Ahsan, 32, bertekad untuk kembali ke Olimpiade. Kegagalan pada fase grup Olimpiade Rio 2016 memang sangat pahit. Pasca hasil menyesakkan itu, mereka sempat berganti pasangan dan memilih jalan masing-masing.

Namun, pada awal 2018, Hendra kembali berpasangan dengan Ahsan. Mereka menjalani tahun luar biasa sepanjang 2019. Dengan merebut gelar All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals, Hendra/Ahsan adalah ganda putra pertama dalam sejarah yang sukses meraih tiga gelar prestisius itu dalam satu tahun.

Total, Hendra/Ahsan mencapai 11 final dan merebut empat gelar juara. ”Saat kali pertama bereuni, kami tidak seambisius itu. Tujuan kami mungkin adalah mencoba ke top 10. Itu sudah cukup. Namun apa yang terjadi sekarang, memang di luar dugaan kami,” kata Hendra seperti dilansir dari media Malaysia, The Star.

Dan bekal hebat 2019 itu membuat mereka yakin bisa menembus Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung akhir Juli sampai awal Agustus mendatang.

”Kami juga sangat kagum dengan diri kami sendiri. Bahkan ketika kami lebih muda dan berada di puncak permainan, saya tidak ingat kapan bisa mencapai 11 final dalam satu musim,” kata Hendra.

Hendra dan Ahsan adalah pemain berstatus sparring partner di pemusatan latihan nasional PP PBSI di Cipayung. Dengan kata lain, mereka adalah pemain profesional. Namun, Hendra masih berterima kasih kepada PP PBSI atas semua fasilitas yang dia terima.

”Kami beruntung masih bisa menikmati benefit berlatih bersama tim nasional setelah menjadi pemain profesional. Kami juga menikmati fasilitas sama, seperti para pemain nasional lainnya. Satu-satunya hal yang kami pikirkan adalah mengatur jadwal turnamen dan menanggung ongkos kami sendiri,” ucap Hendra.

”Itu tidak murah. Tahun lalu, kami menghabiskan sekitar Rp 1 miliar. Itulah yang membuat kami sangat berterima kasih kepada PBSI yang masih mau mendukung kami. Sebab, saya tahu bahwa kawan-kawan kami sesama pemain profesional di Malaysia tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan kami,” tambahnya.

Menurut Hendra, salah satu hal penting sebagai pemain profesional adalah partner tanding yang berkualitas tinggi. Namun, menurut dia, kehadirannya di pelatnas juga menciptakan situasi yang saling menguntungkan.

”Bagi junior kami, mereka juga bisa meningkat dengan bermain bersama senior mereka,” kata Hendra.

Hendra/Ahsan akan berlaga di Indonesia Masters 2020. Pada babak pertama, mereka akan berhadapan dengan ganda nomor satu India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy.

 

Sumber: jawapos.com



Tinggalkan Balasan



Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
Close