Wom Finance Surabaya Tidak Mendaftarkan Krediturnya Ke Fidusia, Layak Dibekukan Ijinnya

Dibaca: 1119 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Surabaya, Liputan Indonesia – Leasing PT. Wahana Ottomitra Multiartha (WOM
Finance) Jl. Raya Kertajaya Indah Timur, Ruko Mega Galaxy 16 B no, 17-18,  Kalampisngasem, Sukolilo, Surabaya. Kuat dugaan tidak mendaftarkan unit sepeda motor nya ke Fidusia.

Kementerian Keuangan secara resmi mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Sabtu, (4/2/17).

Adanya kasus pengambilan ataupun penarikan paksa kepada nasabah kredit, dan membebankan biaya penarikan Rp.1.500.000, Wom Finance Surabaya sudah melanggar ketentuan aturan hukum Kementerian Keuangan.

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

Untuk diketahui, peraturan itu secara resmi dikeluarkan pada 7 Oktober 2012. PMK tersebut tentu saja tidak serta merta membebaskan nasabah dari tanggung jawab cicilannya. Hal itu disampaikan oleh beberapa perusahaan pembiayaan kendaraan roda dua dan empat.

sesuai peraturan, nasabah yang melakukan pembelian motor melalui sistem kredit akan didaftarkan secara fidusia. Peraturan fidusia maka itu akan didaftarkan ke Kemenkum HAM sehingga, secara resmi perusahaan leasing dan konsumen bersangkutan saling terikat dan memiliki perjanjian yang harus dijalani.

Seperti yang di kutip dari media Tribunnews.com, Branch Head Bussan Auto Finance (BAF), Sumawijaya mengatakan, “Misalkan untuk konsumen, mereka nantinya akan mendapatkan sertifikat fidusia dari perusahaan yang membiayai kredit motor atau mobil nya ” Tuturnya.

“Memang, bila menarik secara paksa itu tidak diperbolehkan dan kita akan terkena sanksi, tetapi solusi dari setiap permasalah nasabah pasti ada jalannya,” katanya.

Dirinya mencontohkan, bila nasabah tidak melakukan pembayaran kendaraan mobil atau motornya sesuai perjanjian, pihak leasing pun melakukan analisis kembali, kendala apa yang menyebabkan nasabah telat membayar. Sehingga leasing masih memberi toleransi, asalkan nasabah memiliki itikat baik untuk membayar.

Baca juga:  Dandim Isi Materi Wawasan Kebangsaan Kepada Perangkat Desa

Masyarakat Resah dan Takut, Terror DebtCollector.

Perlunya tindakan tegas dari kementerian keuangan dan pihak kepolisian sangat dibutuhkan masyarakat yang selama ini dibodohi bahkan diambil paksa atau dengan modus bujuk rayu berbagai alasan dari Debtcollector internal maupun external mengajak ke kantornya dan mengambil paksa setiba dikantornya.

Penulis: (one)
Editor : (red)

ca-pub-2508178839453084