Wartawan di Laporkan Polisi Terkait Berita Proyek Sampang Fiktif, Menuai Protes

Dibaca: 13591 kali

Sampang – Kasus pelaporan wartawan Jawapes yang dilakukan Camat Jrengik dan juga sekaligus, diduga kontraktor yaitu Marnilem, SPd. di Kepolisian Resor (Polres) Sampang sangat disesalkan dari berbagai awak media, yang seharusnya mendapatkan informasi secara terbuka namun malah dilaporkan ke polisi bukan ke dewan pers.

Menurut perwakilan awak media Sampang, praktisi media sekaligus ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (OKKPWRI) Jatim, Bang Ucup mengatakan, ” Ya saya protes ini agar kedepan tidak terjadi lagi wartawan di laporkan ke polisi kalau masalah pemberitaaan, masalah berita atau wartawan itu dewan pers, seharusnya Polres Sampang itu memfasilitasi untuk menggunakan hak jawab atau hak koreksi, sesuai Undang – Undang Pers no. 40 tahun 1999, karena yang dilaporkan itu wartawan bukan preman, kalau preman itu dilaporkan polisi betul, kalau wartawan itu dilaporkan ke Dewan Pers atau PWI itu yang berwenang, karena bukan nitezen medsos, wartawan itu dilindungi hukum UU Tentang Pers, serta sesuai MoU Kapolri dengan Dewan Pers, coba dong pihak kepolisian itu mempelajari undang – undang pers jangan asal terima laporan, tapi mengarahkan camat itu kalau salah ke Dewan Pers bukan polisi. ” Ujarnya. Jum’at, (6/4/18).

Terpisah, sebagai korban wartawan yang dilaporkan  Ach. Rifai, ST. Mengatakan, ” Ini suatu usaha pencekalan, kriminalisasi dan diskriminasi tentang informasi keterbukaan publik. ” Katanya.

Lanjut Rifai, ” Seharusnya pihak SPKT Polres Sampang mempelajari Undang – Undang Pers tentang sengketa atau kesalahpahaman dalam pemberitaan media yang berbadan hukum, bukan sekedar menerima laporan, camat gak tahu itu diarahkan bukan malah mengiyakan begitu saja.” Tukasnya.

Saat awak media Liputan Indonesia mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP. Herry Kusnanto menambahkan, ” Intinya itu kita hanya menerima laporan saja sebab itu hak warga negara Indonesia, namun nanti kita akan koordinasi dan kita pasrahkan ke Dewan Pers, sebab ini kesalahan pemberitaan. Masalah seperti ini saya belum pernah menemui kasus seperti ini mas, makanya saya langsung koordinasi ke atasan saya di polda jatim minta saran. ” Tuturnya.

Masih Kasat, ” Akhirnya kita mencoba mediasi saja dan menjembatani agar tidak meruncing masalah ini, ya pokoknya yang saya harapkan supaya persuasif, kekeluargaan saja, dengan tujuan Sampang kondusif, sesuai perintah Kapolri menjelang Pilgub Jatim, Jawa Timur Harus Kondusif dan aman” Tutup Kasat Polres Sampang. (Tim)