Warga Zamrud Kota Baru Driyorejo Kedatangan Tim Penilai ‘Festival Gapura’

Dok, foto Tim Penilaian Festival Gapura, Enny KA menanyakan persiapan Warga Zamrud membangun Gapura kepada Ketua Karang Taruna, Tumiran dan ibu-ibu PKK

Liputan Indonesia || Gresik – Kompetisi Gapura Cinta Negeri yang dimulai sejak 17 Juli sampai 17 Agustus 2019 merupakan perlombaan Festival Gapura diselenggarakan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kali ini, Pemerintahan dari Kabupaten Gresik melalui asisten I meninjau lokasi Gapura yang telah dibangun warga Jalan Zamrud Kota Baru Driyorejo, RW 07, kelurahan Gadung, Gresik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Eddy Hadisiswoyo yang juga merupakan asisten I Kabupaten Gresik menyampaikan, tujuan kedatangan kami dalam rangka lomba meninjau Gapura warga Zamrud Kota Baru Driyorejo seperti yang disampaikan Presiden lomba ini diadakan untuk memeriahkan semarak menyambut hari kemerdekaan.

“Kami selaku perwakilan dari Bupati Gresik, mengapresiasi atas semangatnya membangun dan mengikuti lomba Festival Gapura yang diadakan oleh Presiden,” ungkap Eddy, selasa (13/8/2019).

Dok, foto Asisten I Pemerintah Kabupaten Gresik, Eddy Hadisiswoyo (baju batik ungu) berpose bersama di depan gapura Zamrud bersama warga dan perangkat desa serta kecamatan driyorejo

Masih Eddy Hadisiswoyo, tingkat kerukunan dan gotong royong masyarakat Zamrud sendiri memang luar biasa dalam menjaga keamanan serta dapat mengkoordinir warganya.

“Temanya membangun lomba Festival Gapura adalah ‘SDM Yang Unggul Indonesia Maju’ ini dapat membuat warga Zamrud menjadi warga yang menjadi percontohan lainnya dalam tingkat kegotong royongan warga dan menjaga kerukunan,” imbuh Assisten I Pemerintahan Kabupaten Gresik ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Rukun Warga (RW) 07, Tatang Sumantri, kami semua warga Zamrud bergotong royong membangun Gapura untuk mengikuti lomba Festival Gapura tingkat Nasional menggunakan dana sendiri.

“Jadi saya sampaikan, Dana untuk memperhias Gapura Zamrud ini menggunakan dana swadaya masyarakat tanpa cuci tangan dari pihak Pemerintahan. Dalam pengelolahan sampah, yang di koordinir RW melalui Ibu-ibu PKK membuat inovasi ‘Bank Sampah’, dari situ dana swadaya juga diperoleh,” ujar Tatang dikonfirmasi melalui telephone selulernya.

Perlu diketahui, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, turut mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi Festival Gapura.

Syarat yang dilakukan dengan memposting minimal 10 foto terdiri dari 4 foto kegiatan selama menghias gapura dan 6 foto hasil karya ke situs yang telah disediakan.

Kriteria penilaian berupa, keselarasan dengan tema, orisinalitas ide, konsep nilai seni, estetika, kreativitas visual dan produksi, serta kebersamaan. Pemenang terbaik akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan menerima penghargaan serta hadiah uang senilai total Rp 250 juta. (Tjn)

Berita Terkait

Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker