Warga SIDODADI Resah Dengan Adanya ” PAGUYUBAN CAHAYA GEMILANG “

Dibaca: 149 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Surabaya, Liputan Indonesia — Warga merasa resah dengan terbentuknya paguyuban “Cahaya Gemilang” yang dibentuk oleh Anugrah yang menjabat di DPRD (komisi D) dikawasan Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto Surabaya. Minggu, (8/5/2016).
Dalam kasus ini ” PAGUYUBAN CAHAYA GEMILANG ”  tidak malah memberikan Manfaat kepada warga, akan tetapi diduga banyak melakukakan provokasi curang dan mencemarkan nama baik Warga, Tokoh Masyarakat serta para Instansi yang selama ini telah menunjukkan Bukti hasil kerja nyata dan Kontribusi nya terhadap Masyarakat Sidodadi khususnya.

” Saya selaku ketua LKMK Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, dan juga tidak tahu tujuan dari Anugrah membentuk paguyuban Cahaya Gemilang ini sendiri untuk apa, kecamatan dan kelurahan pun juga tidak tahu apa maksud Anugrah tersebut” Kata H. Sonhaji illahoh 
” Setelah saya pantau dengan tim yang ada di kampung ini dengan personil dadakan yang dibentuk oleh warga sendiri yaitu Wakiil ketua LKMK Slamet Sarianto, Ketua RW 7 H. Faizol, Ketua RT 7 Ida Rahmayanti, Kader Posyandu Sidodadi Bapak Makki, kami menyepakati bahwa paguyuban “Cahaya Gemilang” ini hanyalah merupakan wujud penggembosan dan mengambil alih kebaikan kebaikan yang telah diberikan oleh RW dan Lurah dengan steatment yang arogan untuk mempengaruhi warga sekitar, padahal bukti dilapangan paguyuban itu tidak ada bukti kebaikannya sama sekali terhadap warga, selama ini hanyalah omong kosong saja, serta tidak berpendidikan, sehingga warga yang mudah dipengaruhi menjadi korban fitnah paguyuban ini. ” tambahnya
paguyuban “Cahaya Gemilang” yang dibentuk oleh anggota DPRD komisi D ini tergabung dari tingkat RW yaitu RW VI dan RW VII Kelurahan Sidodadi Kecamatan Simokerto dalam hal ini warga sangat resah dengan adanya paguyuban yang di pelopori oleh Anugrah selaku pencetus ide tersebut.
Padahal dia juga aktif sebagai anggota DPRD komisi D seyogyanya ia tidak melakukan manufer-manufer politik yang bisa memperpecah kemaslahatan antar warga agar tidak terjadi kesalahpahaman serta timbulnya pengakuan-pengakuan hak atau jadi pahlawan kesiangan.(ang/one)
Baca juga:  Polisi salah prosedur dan arogan, cemarkan konstitusi
ca-pub-2508178839453084