Wahabi dan Sekutunya diusir Warga Sidotopo Kidul Surabaya

Dibaca: 158 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

LiputanIndonesia.co.id, Surabaya — Setelah perjanjian pindah atau menutup  perguruan tinggi Ali bin Abi Tholib yang berada di Sidotopo Kidul Surabaya yang diduga tempat penyebaran Wahabi atau Sekutunya Warga kembali berunjuk rasa menagih janjinya saat warga mengusir tiga bulan lalu.( 7/5/2015 ).

Warga kembali berdatangan ketika jamaah Wahabi dari luar jawa untuk mnghadiri pengajian yang diadakan oleh panitia Perguruan Tinggi Ali Bin Abi Tolib itu, dengan menggunakan kedok untuk memperdaya warga sidotopo kidul dengan memajang spanduk yang isinya menolak Islam Radikal, Teroris, dan lain lain.

Turut mengundang segenap jajaran TNI dan Petinggi Mabes Polri, serta anggota khusus Densus 88. hal adalah bentuk supaya tidak jadi pindah atau menutup tempat penyebaran Wahabi itu, dengan mengadakan Acara seperti itu dan mengundang petinggi petinggi negara ini.

Yang menjadi pertanyaan Warga adalah Pihak penegak hukum seharusnya lebih memahami bahayanya jika Ajaran ini sampai beredar luas di tanah indonesia. Karena Ajaran Wahabi adalah salah satu dari sekian Puluhan Agama Islam akan tetapi tidak Ber Akhlaq, hal itu disampaikan oleh Tokoh agama yang turut serta memimpin unjuk rasa itu.

” kami selaku warga negara Indonesia sangat menolak ajaran agama islam Wahabi, karena sangat bertolak belakang terhadap ajaran warga NU.” orasi yang dilakukan oleh ketua unjuk rasa.

” keberatan warga juga adalah rusaknya alat alat elektronik yang disebabkan oleh pemancar radio yang dimiliki oleh Yayasan Ali Bin Abi Tholib, dan jamaah wahabi hanya kedok baik tapi disisi lain dia penjahat, arogan serta tidak mau peduli kensesama warga, itu pun warga yang rela di bohongi untuk ikut dalam kegiatannya” tambah ketua unjuk rasa.

Baca juga:  Akun TrioMacan2000 Benar - Benar "Is Back"

Seharusnya demi untuk stabilitas keamanan, para penegak hukum harus mencarikan solusi pindah ketempat lain, agar warga NU tidak anarkis dan keamanan tetap kondusif. (RFK).

ca-pub-2508178839453084