Ustadz Mudhakir: Jokowi itu Bisa Ngaji dan Rutin Puasa

Dibaca: 1286 kali

Surabaya – Guru spiritual kelahiran Ngawi 42 tahun silam, Ustadz Mudhakir, begitu biasanya di panggil di kalangan santrinya, membeberkan fakta siapakah sebenarnya Presiden Jokowi yang belakangan ini digosipkan bahkan di terpa berita hoax bahwa presiden ke tujuh Negara Republik Indonesia tersebut adalah seorang PKI. Padahal menurutnya Presiden Jokowi adalah Islam sejati. Sabtu, (10/11/18).

Menurut cerita dari Ustadz yang juga menjabat salah satu pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)tersebut, pernah memberi les privat mengaji kepada presiden Jokowi sebelum menjadi orang nomor 1 di negeri ini. Jokowi dan putra ragilnya Kaesang, pernah mendapat bimbingan belajar membaca alquran dari dirinya dengan metode mengaji yaitu Iqra’. Kegiatan mengaji itu dilakukan oleh Jokowi dan Kaesang dengan durasi 2 kali pertemuan dalam seminggu.

Saat pertemuan pertama kali dengan Jokowi, yang paling berkesan di hati pengurus PSNU Pagar Nusa tersebut adalah ketika melihat kesedehanaan dan rendah hatinya seorang Jokowi. ,”Kulo niki nggih tiyang saking ndeso, dhadhos ampun sah perkewuh, pak!” kata ustadz Mudhakir menirukan ucapan Jokowi kala itu.

Pembelajaran yang dilakukan oleh Ustadz Mudhakir, berjalan seperti biasanya dan sama dengan peserta-peserta lainnya. Diawali dengan belajar ngaji dari alif ba’ ta’ (dari dasar/awal, Jokowi terkadang karena kesibukannya, jadwal ngaji jadi berubah. Sedangkan Kaesang, karena usia yang masih kecil dan semangat ngajinya ‘naik turun”, Ibu Iriana harus membujuknya agar bersedia ngaji. Ustadz Mudhakir tidak pernah melihat sikap kasar atau marah dari Ibu Iriana. “ Beliau orangnya santun, ramah dan “kalem”.” Ungkapnya

Di tahun 2002, lebih lanjut Ustadz Mudhakir mengaku mengikuti tes CPNS untuk formasi guru Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bendosari. Ternyata ustadz yang juga menjadi salah satu pengurus IPSI Sukoharjo itu di nyatakan lulus. Setelah itu kegiatan privat mengajipun terpaksa dirinya tinggalkan dan berpamitan kepada semua pesert privat untuk menetap di Bendosari Sukoharjo yang dekat dengan madrasah tersebut.

Setelah 16 tahun lamanya tak bertemu, momen Halal bi Halal Kebangsaan pada Idul fitri tahun lalu, Ustadz Mudhakir akhirnya dapat bertegur sapa langsung dengan Presiden Jokowi. Dan pertanyaan yang sangat dirinya ingat saat itu adalah ketika Jokowi menanyakan kabar dirinya. ”Sak niki ten pundi njenengan ?” kata ustadz Mudhakir menirukan pertanyaan Jokowi. ”Ten Sukoharjo, pak.” jawab ustadz

Ustadz Mudhakir sangat menyayangkan sekali terhadap fitnah-fitnah yang menerpa Presiden Jokowi. misalnya PKI dan non muslim, melalui kajian rutin (yang di asuhnya) informasi apa adanya sesuai yang dirinya alami saat menemani saat pak Jokowi belajar ngaji disampaikan ke sahabat sahabat jamaahnya. Bahkan dirinya mengaku tidak memiliki firasat atau perkiraan sama sekali bahwa pak Jokowi akan menjadi Walikota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, bahkan Presiden RI karena yang ustad Mudhakir tahu saat itu, Pak Jokowi sepertinya tidak memiliki ambisi kekuasaan/hubburriyaasah.

“ Selain bisa mengaji Jokowi itu rajin puasa daud, dan saya tidak menyangka bila pak Jokowi bisa menjadi presiden Indonesia, soalnya kayak nggak ada ambisi sekali untuk hal kekuasaan.” Pungkas Ustadz mudhakir. (j4k/awr)