Tsunami Selat Sunda: Setidaknya 222 orang tewas, 843 luka, 28 hilang, dikhawatirkan akan bertambah

Dibaca: 1131 kali

Rangkuman

  1. Tsunami menghantam kawasan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam
  2. Awalnya, BNPB mengoreksi sejumlah media yang memberitakan tsunami, BNPB menyebutnya sebagai gelombang pasang, terkait bulan purnama. Baru kemudian dikoreksi lagi setelah memperoleh data-data baru.
  3. Hingga Minggu malam, dalam catatan BNPB, setidaknya 222 tewas, 843 luka, 28 hilang, sementara ratusan rumah, sembilan hotel dan puluhan perahu rusak berat.
  4. Seorang saksi mata di pantai Anyer menyebut, tsunami itu terjadi melalui dua gelombang besar.
  5. Laporan disampaikan Rivan Dwiastono, Rebecca Henschke dan Haryo Wirawan dari lokasi tsunami, serta Isyana Artharini, Christine Franciska, Ayomi Amindoni, Lesthia, Ging Ginanjar, dan Mohamad Susilo.

Laporan langsung

  1. Anak Krakatau kembali meletus, muncul kekhawatiran ‘tsunami susulan’

    Anak Krakatau

    Warga yang tinggal di kawasan pantai di Selat Sunda diperingatkan untuk menjauh dari pantai, karena dikhawatirkan mungkin ada “tsunami susulan”.

    Para pakar memperkirakan, tsunami pada Sabtu (22/12) malam, yang sejauh ini menyebabkan 222 orang meninggal dunia, dipicu oleh longsoran bawah laut, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Gunung ini kembali meletus pada hari Minggu (23/12).

    Seruan kepada warga untuk menjauhi kawasan pantai sebelumnya tercantum dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh BMKG.

    BNPB: Tsunami di Selat Sunda adalah ‘kejadian langka’

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tsunami yang menerjang kawasan di ujung barat Jawa dan selatan Sumatera pada Sabtu (22/12) malam adalah kejadian alam yang langka karena tidak didahului oleh gempa bumi.

    Hingga Minggu malam, setidaknya 222 orang meninggal dunia, 28 masih dinyatakan hilang sementara yang mengalami luka-luka 843.

    1. Mencoba menguak misteri tsunami di Selat Sunda

      Analisis penyebab tsunami
      Image caption: Analisis kemungkinan penyebab tsunami di Selat Sunda.

      BNPB sudah mengatakan bahwa tsunami yang dipicu oleh letusan gunung berapi adalah kejadian alam yang sangat langka.

      Jika memang ini disebabkan oleh letusan Anak Krakatau, bagaimana prosesnya?

      Para ahli memperkirakan ketika gunung api meletus, magma panas mendorong dan bisa menggugurkan tanah atu batuan dingin.

      Ahli gunung api Jess Phoenix kepada BBC menjelaskan kejadian ini dapat menyebabkan longsoran yang pada gilirannya mendorong air laut.

      Proses inilah yang diduga menyebabkan tsunami di Selat Sunda.

    2. Masyarakat diminta waspada, jangan menjadi ‘korban hoaks’

      Kementerian Kominfo mengatakan telah beredar SMS atau pesan pendek yang menyampaikan “agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana”. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.

      Juru bicara Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, mengatakan bahwa ini adalah pesan yang tidak benar. “Hal tersebut langsung dibantah BMKG dengan menyatakan pesan tersebut adalah hoaks,” katanya.

      Melalui Twitter resmi, BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

      Social embed from twitter

      BMKG

      @infoBMKG

      Abaikan saja. SMS itu jones yang minta ditemenin sendirian.

      Silahkan beraktivitas seperti biasanya dek. Gunakan waktu libur panjangnya untuk bersilaturahmi dan jalan-jalan dengan kawan dan gebetan. 😒
      .
      .
      Tapi jangan lupa cek info cuaca libur Natal dan Tahun Baru ya !!

      Mentiks Sanusi@Mentiks

      Halooo… @infoBMKG, saya dapat SS pesan ini dari adik sepupu saya. Apa benar ada anggota dari BMKG menyampaikan info seperti itu? Berhubung di Lombok masih sering terjadi gempa, sms – sms seperti ini meresahkan. Mohon penjelasannya. Terimakasih

      Lihat gambar di Twitter
      242 orang memperbincangkan tentang ini

      Report this social embed, make a complaint

    3. Deteksi dini tsunami jenis ini, apa dimungkinkan?

      Dampak tsunami Selat Sunda.
      Image caption: Dampak tsunami Selat Sunda.

      Tsunami kali ini agak unik, bahkan langka, kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Ahli tsunami dari Aceh sependapat dengan pandangan tersebut.

      “Karena, berbeda dengan sebagian besar tsunami lain di Indonesia, kasus Selat Sunda ini tidak didahului atau disebabkan gempa,” kata Syamsidik, ahli tsunami dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.

      Itu sebabnya, muncul kesimpang-siuran pada awalnya.

      Menurut Syamsidik, penyebab tsunami Selat Sunda ini masih menjadi bahan analisis di kalangan ahli tsunami.

      “Apakah karena aliran lahar dari Gunung Anak Krakatau, atau karena runtuhnya dasar laut.”

      “Atau aliran massa dari lahar gunung Anak Krakatau itu volumenya cukup besar sehingga mengakibatkan gelombang tsunami.’

      Sistem deteksi dini tsunami Indonesia, menurutnya, tidak berkembang sejak 2012, dan juga lebih berfokus pada yang disebabkan gempa.

      Deteksi dini untuk longsor yang terjadi di laut ini sangat mahal: harus memasang jaringan deteksi kabel bawah laut, padahal laut Indonesia begitu luas.

      Betapa pun, menurutnya, bisa juga Indonesia mengambil prioritas untuk memasang detektor dengan jaringan kabel ini di lokasi tertentu.

      “Yang pertama, di kawasan Selat Sunda ini. Lalu di laut sekitar Padang hingga Mentawai. Serta di laut yang memiliki teluk yang dalam, seperti di Palu.”

      Ia mengingatkan, gempa di Palu beberapa waktu lalu, tak akan mengakibatkan tsunami sedahsyat itu, jika tak diikuti oleh longsor laut, akibat rubuhnya tebing laut di sana.

    4. Puing-puing berserakan di tepi jalan

      Tsunami menghancurkan bangunan rumah dan warung di sepanjang jalan di Anyer. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain 222 jiwa dipastikan tewas, 843 hilang dan 28 hilang, setidaknya 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, serta 60 warung hancur diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) malam.

      Video content

      Video caption: Kehancuran di sepanjang pantai Anyer-Carita
    5. “Saya tertimpa kulkas tapi selamat”

      Rani, pemilik warung di Anyer mengabarkan kondisinya pada kerabat. Dia sempat tertimpa lemari pendingin saat warungnya diterjang tsunami, namun berhasil selamat.

      Video content

      Video caption: Rani, pemilik warung di Anyer mengabarkan kondisinya pada kerabat
    6. Korban meninggal bertambah menjadi setidaknya 222 orang

      bbc

      Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Minggu (23/12) sore, setidaknya 222 orang meninggal dunia, semua warga Indonesia, tak ada korban asing sejauh ini.

      Selain itu 843 orang luka-luka dan 28 orang masih dinyatakan hilang.

      Kerusakan material meliputi 556 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung makan rusak, dan 350 kapal dan perahu rusak.

      Korban dan kerusakan ini mencakup empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

      Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan.

    7. Kehancuran sepanjang jalan

      Rivan Dwiastono, BBC News Indonesia

      Hampir semua warung, toko, rumah makan, dan minimarket tutup, termasuk pantai-pantai wisata di Anyer.

      Tumpukan puing berserakan di tepi-tepi jalan. Sebagian besar berasal dari bangunan-bangunan semi-permanen berbahan kayu dan bambu yang luluh lantak oleh tsunami.

      Kehancuran tsunami

      Banyak rumah ditinggalkan dalam keadaan lampu masih menyala – kemungkinan dalam keadaan panik saat mereka mengungsi secepatnya untuk menyelamatkan diri.

      Sejumlah ambulans dan mobil aparat juga berlalu lalang.

      Di pelataran kantor polisi, berjejer kantung-kantung jenazah berisi korban yang sudah ditemukan.

      Kantung mayat
      Image caption: Sejumlah jenazah yang sudah ditemukan.
    8. Apakah bisa terjadi tsunami susulan?

      Muncul kecemasan akan terjadinya tsunami susulan.

      Terlebih setelah terdengar sirine di sebuah wilayah Pandeglang, yang membuat warga panik berlarian menuju ke ketinggian, menyangka itu peringatan tsunami susulan.

      BMKG menyebut, itu bukan peringatan tsunami, melainkan sirine yang menyala sendiri karena suatu hal yang tak diketahui.

      Tetapi lebih dari itu, kata Rahmat Triyono, tidak ada itu yang namanya tsunami susulan.

      “Mungkin ada gempa susulan, banjir susulan, letusan (gunung berapi) susulan, tapi tidak ada tsuinami susulan,” katanya dalam jumpa pers di BMKG, Minggu siang.

      “Tsunami terjadi jika ada gempa besar, longsoran atau letusan gunung api di bawah laut, yang mengakibatkan terjadinya perpindahan air laut dalam jumlah besar,” kata Rahmat.

      “Lalu kalau kemudian ada tsunami lagi, artinya ada kejadian lain lagi yang memicunya,” dan itu bukan merupakan ‘tsunami susulan.’

      Kehancuran tsunami
    9. ‘Tiga kali benturan, kita pasrah… Dan akhirnya mereka keluar dari puing-puing’

      Saat kejadian, suasana pantai terasa normal saja. Normal, tidak ada hujan, dan tenang, kata warga kampung Kosambi, Kelurahan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten

      “Namun tiba-tiba terdengar bunyi berbagai benturan dari arah laut,” kata Rudi Herdiansyah, yang saat itu sedang menjaga warungnya di Pantai Anyer.

      Tsunami meluluh-lantakkan seluruh warungnya. Dan Rudi terseret air bah.

      Rudi
      Image caption: Rudi pernah mengikuti pelatihan menghadapi bencana.

      Namun setelah beberapa saat, “Alhamdulillah, Allah masih ngasih selamat ke saya. Saya bisa keluar dari puing-puing warung,” ujar Rudi kepada Rivan Dwiastono dari BBC News Indonesia.

      Rudi sebetulnya pernah mengikuti latihan evakuasi bencana yang digelar oleh Basarnas. Tapi menurut Rudi, tak ada peringatan apapun sebelum bencana menerjang.

      Tetapi setidaknya, pelatihan membuatnya sigap.

      “Makanya pas kejadian ini saya ngumpet di dalam ruangan, di bangku, supaya selamat,” lanjutnya.

      Warung
      Image caption: Warung milik Rudi yang luluh lantak diterjang tsunami.

      Setelah tsunami reda, dan ia dan keluarganya mengais barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari warung yang buka 24 jam tersebut.

      Rudi mengatakan ia dan keluarganya akan mengungsi ke rumah sanak saudara mereka di Cipacung, Serang, hingga ada kepastian situasi sudah tidak berbahaya.

    10. Panglima TNI: Infrastruktur jalan dan jembatan ‘tidak ada yang putus’

      Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa dari ketinggian 800 kaki, terlihat kerusakan yang terjadi di hotel dan restoran.

      “(Di) Tanjung Lesung juga nampak sekali terlihat yang terdampak tsunami, kiri kanan, rumah-rumah hancur,” kata Hadi Tjahjanto,

      Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).
      Image caption: Petugas mengawasi operator alat berat membersihkan tumpukan sampah yang porak poranda menutupi jalan setelah diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).

      Meski begitu, infrastruktur jalan dan jembatan di Carita, Labuan, sampai Tanjung Lesung tidak ada yang rusak atau putus.

      “Di Anyer dan Tanjung Lesung sudah banyak tim evakuasi dari TNI, Polri, dari PMI sedang membersihkan rumah terdampak tsunami. Dari apa yang terjadi, dari bibir pantai (air) masuk tidak terlalu jauh, sampai 200-250 meter. Pohon-pohon perdu roboh, di sepanjang pantai pun tidak banyak penduduk, dari Anyer-Tanjung Lesung,” ujar Panglima TNI.

    11. Mengapa bisa simpang siur?

      Hening Parlan, Mantan Sekjen Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)

      Informasi bencana tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 di Kabupaten Pandeglang, Lampung Selatan dan Serang mengalami kesimpangsiuran.

      Ketika muncul laporan tentang terjadinya tsunami di Selat Sunda, dua pihak berwenang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan ‘bantahan’, melalui pernyataan dan cuitan di Twitter.

      Disebutkan, itu bukan tsunami melainkan ‘gelombang pasang’, terkait juga dengan bulan purnama.

      Namun mereka kemudian mereka meralatnya.

      Juru bicara BNPB Purwo Nugroho membuat koreksi melalui cuitan di twitter dan menghapus siaran pers yang menyatakan tidak ada tsunami, ‘agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.’ Sementara twitter resmi BMKG juga menghapus cuitan sebelumnya dan membuat cuitan baru yang menyebut bahwa benar terjadi tsunami, namun tidak dipicu oleh gempa bumi.

      Lalu ada pula pernyataan PVBG yang meragukan bahwa naiknya air laut dan menjadi tsunami itu karena letusan gunung anak Krakatau.

      Kampung Kosambi
      Image caption: Kerusakan di Kampung Kosambi 1, Kelurahan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, sebagaimana disaksikan wartawan BBC News Indonesia.

      Informasi tiga lembaga ini menimbulkan kebingungan masyarakat. Kesimpangsiuran informasi ini menambah kepanikan ketika korban semakin banyak. Publik tentu saja terus bertanya: kalau bukan karena gempa lalu apa, kalau bukan gubung lalu apa, jadi apa yang sesesungguhnya terjadi,apakah akan terjadi peristiwa susulan, dan bagaimana antisipasinya.

      Oleh karena itu, informasi tentang hal itu ada baiknya diberikan secara bersama-sama, antar lintas lembaga yang berwenang. Hal ini akan membuat masyarakat lebih mudah mencerna serta mendapatkan kepastian informasi sebagai acuan, agar pada akhirnya masyarakat mendapatkan ketenangan atas informasi dan langkah – langkah penyelamatan, penanganan dan kesiap-siagaan selanjutnya.

    12. Korban tewas di acara PLN mencapai 23 orang, 65 masih hilang

      Korban tewas dari acara kumpul karyawan PLN bersama keluarganya kini meningkat jadi 23 orang, kata juru bicara PLN I Made Suprateka dalam konferensi persnya.

      Yang dicemaskan, masih ada 65 orang lain dari rombongan ini – karyawan, kerabat, keluarga, dan saudara, yang masih belum ditemukan keberadaannya.

      “Data per jam 14.00 ini, jumlah korban di sana meningkat jadi 23 orang meninggal dunia, dan sekarang sedang dilakukan evakuasi, yang tadinya di RSUD Pandeglang, Banteng, sekarang diangkut ke Kantor TPJB di Gandul. Ada 137 terkonfirmasi selamat dan mereka ada di posko-posko kita dan siap dievakuasi pulang ke rumah,” ujar Suprateka.

      Korban luka-luka sementara itu ada di beberapa rumah sakit.

      “Di Cinere, ada 18 pasien, RS Premier Bintaro 6 pasien, selebihnya di Siloam dan rumah sakit terdekat lainnya. PLN sudah melakukan evakuasi korban, sudah mengirimkan 36 ambulan ke sana untuk melakukan penyisiran dan pengangkutan jenazah korban di RSUD Pandeglang,” kata Suprateka lagi.

      Social embed from twitter

      Øystein L. Andersen@OysteinLAnderse

      huge wave, tsunami? People hv went to higher ground @id_magma @infoBMKG @Sutopo_PN

      55 orang memperbincangkan tentang ini

      Report this social embed, make a complaint

      Sekitar 225 orang yang terdiri dari pegawai PT PLN Transmisi Jawa Barat- Banten dan keluarga mereka sedang berkumpul di pinggir pantai sambil menikmati pertunjukan band Seventeen ketika tiba-tiba gelombang laut menerjang mereka.

      Air bah menerjang ketika Seventeen baru menyanyikan lagu kedua mereka. Posisi panggung tepat membelakangi laut.

      Gelombang laut menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Beberapa anggota band tak berhasil menyelamatkan diri.

      Pemain bas, dan manajer band ditemukan tewas. Sementara, gitaris, drumer dan kru dan istri sang vokalis belum ditemukan.

    13. Bagaimana letusan kecil Anak Krakatau bisa memicu tsunami?

      Dalam konferensi pers, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa Gunung Anak Krakatau melakukan banyak aktivitas letusan sejak Mei lalu dan terjadi setiap hari.

      “Periode pada November, Oktober, September, letusannya lebih besar daripada yang kemarin, kemarin cukup kecil yang terjadi. Pada 5 November ada letusan besar, tapi tidak memicu tsunami. Badan Geologi masih menganalisis kenapa letusan kecil itu memicu tsunami,” kata Sutopo.

      Nantinya, data-data letusan Gunung Anak Krakatau itu akan bisa diakses oleh masyarakat.

      Anak Krakatau

      Letusan Gunung Anak Krakatau, menurut Sutopo, adalah bagian dari proses alami karena gunung tersebut masih dalam fase pertumbuhan. Setiap tahunnya, gunung tersebut bertambah tinggi 4-6 meter.

      Gunung itu juga terus meletus dari waktu ke waktu dan kondisinya aman dalam radius 2km.

      “Tapi mengapa letusan yang tidak terlalu besar dibanding Oktober dan November, tapi bisa memicu tsunami dalam laut? Ini masih dilakukan penelitian,” kata Sutopo.

    14. Jumlah tewas kini mencapai 168 tewas, 745 luka, puluhan hilang

      Angka korban terus saja bertambah.

      Juru bicara BNPB, Sutopo Puwo Nugroho menyebut, kini dalam catatan mereka, korban tewas sudah mencapai 168 orang, sementara korban luka 745 orang dan puluhan hilang.

    15. Seventeen Band: Basis dan manajer tewas, sebagian pemain dan kru belum ditemukan

      Mereka meminta agar video yang menunjukkan band itu diterjang tsunami, tidak dipublikasikan

      Rekaman video band Seventeen yang diterjang tsunami saat tampil di acara Perusahaan Listrik Negara di Tanjung Lesung, menjadi viral di media sosial.

      Video itu menunjukkan, band itu penuh semangat menghibur publik, ketika mendadak layar belakang panggung jebol oleh terjangan tsunami, disertai jerit dan teriakan, dan panggung bersama orang-orang di atasnya lenyap.

      Pernyataan resmi yang dikeluarkan manajemen tersebut menyatakan bahwa pemain bass mereka, M Awal Purbani, dan road manager Oki Wijaya, meninggal dunia dalam bencana tersebut. Salah satu cuitan yang mengunggah video itu sudah disebar lebih dari 4.000 kali.

      Namun dalam pernyataan resminya, Seventeen Band “meminta agar teman-teman tidak menyebarkan foto-foto dari lokasi.”

      “Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya saat arusnya surut anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan. Posisi panggung tepat membelakangi laut,” menurut pernyataan itu lagi.

      Sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan gitaris Herman Sikumbang, drummer Andi Windu Darmawan, kru Ujang, serta istri dari vokalis Ifan atau Riefian Fajarsyah, Dylan Sahara.

      Sementara itu, komedian Heriyanto atau Aa Jimmy yang juga hadir dalam acara PLN itu dilaporkan meninggal dunia akibat tsunami.

    16. ‘Itu sirine bunyi sendiri, bukan peringatan tsunami lanjutan’

      “Tidak ada warning (tsunami lanjutan) dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandenglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG atau BNPB. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri,” kata Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa BMKG, dalam jumpa pers terbaru di gedung BMKG, Jakarta, Minggu (23/12).

      Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho juga mengatkaan hal itu dalam sebuah cuitannya.

      Social embed from twitter

      Lihat gambar di TwitterLihat gambar di Twitter

      Sutopo Purwo Nugroho

      @Sutopo_PN

      Tidak ada peringatan dini tsunami susulan dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan Kec Labuhan Kab Pandeglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG, BPBD. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri. Masyarakat mengungsi mendengar sirine.

      1.553 orang memperbincangkan tentang ini

      Report this social embed, make a complaint

    17. Laporan kerusakan dari Lampung selatan

      Lampung Selatan merupakan satu dari tiga wilayah yang paling parah terdampak tsunami, selain Kabupaten Pandeglang dan Serang. Namun laporan dari wilayah tersebut masih minim.

      Dalam akun media sosialnya, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video singkat yang menunjukkan dampak kerusakan di Pantai Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Korban tewas di sana tercatat mencapai 35 orang.

      Social embed from twitter

      Video terlekat

      Sutopo Purwo Nugroho

      @Sutopo_PN

      Pantauan udara daerah terdampak tsunami di Pantai Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Korban dampak tsunami di Lampung Selatan per 23/12/2018 pukul 13.00 WIB: 35 orang meninggal duniq, 115 orang luka dan 110 unit rumah rusak. Pendataan masih dilakukan.

      2.453 orang memperbincangkan tentang ini

      Report this social embed, make a complaint

    18. Peringatan tsunami susulan, warga panik dan pasien diungsikan

      Tanda peringatan tsunami berbunyi memperingatkan kemungkinan tejadinya tsunami susulan di Pandeglang, mengakibatkan kepanikan, lapor KompasTV.

      Gambar di saluran televisi itu menunjukkan, banyak warga berlarian atau berusaha meloloskan diri dengan kendaraan.

      Pasien di RS Tarakan dan puskesmas, menurut KompasTV lagi, diungsikan ke tempat yang lebih tinggi.

      Namun kemudian peringatan itu dicabut, dan situasi kembali tenang.

Baca:  Warga Papua dan polisi saling tuding adanya kasus penembakan