Tokoh Masyarakat Muslim dan Yahudi Bersatu Lawan Kejahatan Kebencian

0
Dibaca: 1131 Kali

Beberapa tokoh masyarakat Yahudi dan Muslim bersatu untuk menghadapi kejahatan kebencian di Skotlandia, mereka bertekad untuk mengatasi Islamofobia dan anti-Semit di kota mereka.

Dewan Muslim dan Komunitas Yahudi Skotlandia juga mengeluarkan daftar kejahatan kebencian, termasuk di dalamnya kebencian di media daring dan berita media yang mengandung prasangka.

Saat ini pemerintah Skotlandia tengah mengkaji undang-undang kejahatan kebencian di wilayah itu.

Kedua kelompok agama mengatakan, mereka ingin turut membantu pemerintah dalam menyusun Undang-Undang tentang permasalahan ini.

The two faith groups said they wanted to help shape future laws on the issue and have unveiled a “communique” which also sets out plans for a Muslim/Jewish Women’s Network and calls for a “culturally sensitive” and “faith specific” social care service.

Mereka juga meluncurkan ‘komunike’ yang merumuskan rencana untuk membentuk Jaringan Perempuan Muslim/Yahudi dan menyerukan layanan sosial “yang peka terhadap budaya” dan “agama tertentu” .

“Kami berdiri bersama bertekad untuk mengakhiri kebencian dan ekstremisme yang berdampak terhadap kami semua,’ demikian bunyi dari pernyataan tersebut.

Baca juga:  Mengaku Pengembang Tanah Kavling Taman Sidoarjo Dilaporkan Polisi

“Pembunuhan terhadap 11 anggota komunitas Yahudi di Pittsburgh di Amerika Serikat dan serangan teror di Masjid Finsbury Park di London adalah akibat yang ditimbulkan dari kebencian dan ekstrimisme.”

” Berbagai serangan Islamofobia dan anti-Semit terjadi di masjid-masjid dan sinagog di kota ini, dan kita tidak seharusnya menutup mata terhadap kenyataan bahwa rasisme, intoleransi dan prasangka itu memang ada di Skotlandia.”

Anggota parlemen Glasgow, Anas Sarwar, yang menangani soal Islamofobia, mengatakan: “Ini adalah sebuah komunike penting, menyatukan masyarakat untuk bekerja sama untuk mengatasi Islamofobia dan anti-Semit.”

Ia menambahkan: “Kita tidak bisa menyerahkan perang melawan anti-Semitisme kepada komunitas Yahudi, dan kita tidak bisa menyerahkan perang melawan Islamofobia kepada komunitas Muslim. Ini adalah perjuangan bersama bagi kita semua.”

‘Memilah-milah’

Ephraim Borowski, direktur komunitas Yahudi Scottish Council of Jewish Communities, mengungkapkan ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mendiskusikan bersama pengalaman mereka dalam menghadapi prasangka.

Ia menambahkan: “Sejarah telah mengajarkan kita bahwa rasisme dan kebencian agama mungkin dimulai dengan menjadikan satu komunitas sebagai sasaran, namun tidak pernah berakhir di sana.

Baca juga:  Karyawan ini habis foya - foya, ditangkap Polsek Sukomanunggal

Seperti yang dikutip BBC Indonesia, “Jadi ini adalah tanggungjawab kita semua untuk berdiri bahu-membahu untuk menunjukkan bahwa ‘memilah-milah’, diskriminasi, dan kebencian tidak pernah diterima. ”

Menurut statistik yang diterbitkan pada Mei 2018, total ada 5.708 kasus dugaan kejahatan kebencian di Skotlandia pada tahun 2016-17.

Kasus-kasus itu terdiri dari 3.349 kejahatan yang melibatkan ras, 673 kejahatan soal agama, 1.075 soal LGB, 40 kasus soal transgender dan 188 kejahatan soal penyandang disabilitas.

Perwakilan dari kedua kelompok agama tersebut akan menghadiri pertemuan kelompok lintas-partai Parlemen Skotlandia tentang penanganan Islamofobia di Holyrood pada hari Selasa pekan depan. (bbc)