TNI dan Polri Menurunkan Paksa Bendera Cina

Dibaca: 186 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Maluku Utara, Liputan Indonesia – Penurunan bendera Cina terpaksa diturunkan oleh Sertu Mar Agung Priyantoro atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji, Jumat, 25 November di dermaga saat peresmian PT Wanatiara Persada oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.
Setiba KM Sumber Raya 04, jam 08.30 WIT, dengan membawa rombongan gubernur beserta perwakilan Forkopimda Maluku Utara. saat kapal merapat ada informasi tentang pengibaran bendera RRC, yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia dan ukuranya lebih besar daripada ukuran Bendera Indonesia, Minggu, (27/11/16). 
Pegawai serta security terjadi ketegangan dengan awak wartawan, saat akan meliput penurunan bendera China tersebut. Namun aksi kekerasan itu dicegah oleh karyawan lapangan WNA (China) PT Wanatiara Persada dan Kapolres Halmahera Selatan AKBP Zainuddin Agus dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan yang besar.
Pada waktu bersamaan, juga terdengar dari laporan Slamet selaku Chief of Security PT Wanatiara Persada, bahwa di lokasi acara juga terpasang bendera yang serupa. Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk meluncur menuju ke lokasi acara itu, sampai di lokasi bendera RRC yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada.
Pasintel Lanal Ternate bersama Kasi Intel Korem 152/Babullah Mayor Arm Suyikno bergerak menuju lokasi acara. Pukul 09.00 Wit, Pasintel Lanal Ternate melaksanakan elisitasi ke Chief of Security PT Wanatiara Persada Slamet tentang kronologis dikibarkanya bendera RRC tersebut.
Namun, saat elisitasi Chief of Security menerima panggilan lewat HT dan disampaikan oleh rekan kerjanya bahwasanya bendera di dermaga masih belum diturunkan. Pukul 09.10 Wit Pasintel Lanal memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan perintahkan untuk diturunkan, diikuti dengan Kasi Intel Korem 152 Babullah.
Pasintel berusaha menghubungi Danlanal Ternate untuk malaporkan kejadian pengibaran bendera RRC tersebut dan diperintahkan untuk menyusun kronologis. Sertu Mar Agung Priyantoro dan Kasi Intel Korem 152 Babullah menurunkan bendera RRC tersebut.
Perusahaan PT. Wanatiara Persada terancam dikenakan sanksi karena mengibarkan bendera RRC yang tidak mentaati negara, dengan tegas diturunkan oleh Sertu Mar Agung priyantoro atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji. Karena Pengibaran bendera RRC menyalahi aturan yaitu :
1. UU NO 41 tahun 1958. tentang Lambang Negara.
2. Dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia.
3. Ukuran bendera RRC lebih besar dibandingkan dengan Bendera Merah Putih.
4. Dikibarkan di tempat umum.
 Jajaran yang menyaksikan :
1. Kasintel Korem 152 babullah Mayor Arm Suyikno.
2. Anggota Polres Halmahera Selatan.
3.Perwakilan dr BINDA Malut Mayor Awedy.
4. Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji.
5. ADC Gubernur Maluku Utara Serka Bek Cepi Sutisna.
Dalam peristiwa ini PT Wanatoara Perdasa bertangung jawab dengan meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera RRC tersebut, gubernur, Polri, TNI akan memonitoring dan akan memberikan sangsi. (one).
Baca juga:  Yenny Wahid: Jokowi Desak Myanmar soal Rohingya
ca-pub-2508178839453084