Terinspirasi Pulau Lombok, Designer Yeny Ries buat gaun pantai pink padukan mutiara

Dibaca: 1139 kali

Lombok – Dalam perkembangan industri fashion yang begitu pesat, designer baju Yeny Ries, memamerkan karyanya dengan gaun nuansa merah muda yang lembut, terinspirasi pulau Lombok.

Sepuluh model profesional dan 12 sosialita berlenggak-lenggok dalam acara ‘Indonesia Women Appreciation’ di de Soematra Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Gaun-gaun ini seakan ‘melambai-lambai’ ketika dikenakan dan kebanyakan menampilkan cutting yang cenderung loose.

“Saya memang inginnya seperti itu, karena saya mendapat inspirasi dari Pantai Tangsi, alias Pantai Pink di Lombok. Kalau terkena angin masih melambai-lambai, jatuh, melayang begitu, visual nya sangat indah dipandang,” jelas Yeny.

Kenapa Yeny menggunakan bahan-bahan seperti brokat, sifon, sifon sutra, organza dan label, karena Yeny menginginkan tampilan yang terkesan ringan, simple namun tetap elegan.

Ternyata, inspirasi Pantai Pink ia dapatkan dari sejarah kehidupannya sendiri.

Menurut Yeny, walau ia bukan orang asli Lombok, ia lahir dan besar di pulau tersebut karena orang tuanya adalah dokter yang ditugaskan di sana.

“Saya designer baju dan lahir di lombok akhirnya saya terinspirasi untuk mengangkat tema tentang Lombok, itu yang menyebabkan saya buat koleksi ini, dan saya beri nama ‘Inges’ yang artinya ‘cantik’ dalam bahasa Sasak,” terangnya.

Baca:  Pakde Karwo Kembali Ingatkan Pengembangan Agrobisnis

Model potongan yang ia gunakan untuk koleksi bernama ‘Inges’ ini pun cenderung loose demi kesan ringan, dan panjang-panjang. Karenanya, ia menyebut Inges cocok dikenakan bagi perempuan berhijab maupun tidak.

Kreativitas Yeny Untuk mempercantik karyanya ia beri hiasan, dengan menggunakan mutiara khas Lombok, yang dipadukan dengan Swarovski.

Gaunnya memiliki model press body dengan hiasan bulu dan taburan mutiara, menambah kesan ringan serta lembut pemakainya.

“Gaun yang paling susah adalah gaun malam yang saya buat press body, karena detail brokatnya, cuttingnya, itu kan lebih susah. Ini adalah sebuah tantangan bagaimana gaun tersebut jika sekali dicoba langsung pas dengan pemakainya, tanpa permak lagi, dan yang pasti tampak cantik dan menarik,” pungkasnya. (red)