TENTANG KAMI

Manajemen Media Online menentukan bagaimana suatu berita dapat tersampaikan secara obyektif dan berpengaruh positif bagi masyarakat luas. Perkembangan Media Massa saat ini sangat berpengaruh dalam menggerakkan opini publik.

Untuk itu, pengelolaan manajemen media pada sebuah pembuatan berita atau hal-hal komunikasi publik lainnya harus ditangani oleh orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang manajemen media.

Kemunculan media baru atau on line yang diminati masyarakat dunia saat ini menimbulkan fenomena baru,yaitu konvergensi media.


Meluasnya kegiatan jurnalistik yang dipublikasikan ke ranah internet menyita perhatian khususnya bagi para pengelola manajemen media online.

Kondisi ini sangat menarik untuk dibahas tentang bagaimana masa depan media yang terkonvergensi dan bagaimana pula prospek cerah ke depannya.

Dalam makalah ini kelompok kami akan membahas bagaimana awal mula internet dikenal masyarakat luas, fenomena konvergensi media yang ada, manajemen media di dalamnya serta kegiatan promosi yang juga mulai merambah ke dunia online.

Kami juga mencantumkan kelemahan dan keuntungan dalam tiap fenomena yang ada serta melampirkan beberapa data yang dapat kita eksplorasi bersama.

1. Sejarah dan Pengertian Internet

a.      Sejarah

Sejarah dari adanya intenet dimulai pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.

b.      Pengertian

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Internet merupakan satu-satunya media yang mengalami perkembangan begitu pesat. Kemudahan yang ditawarkan internet dalam mengakses informasi dan data membuatnya sangat diminati masyarakat di seluruh dunia. Fenomena internet kian melambung pada era globalisasi, ditandai dengan munculnya berbagai jenis jejaring sosial dan terjadinya konvergensi media.

Meluasnya pemakaian teknologi digital sebagai pengantar informasi telah membuka jalan bagi Indonesia memasuki era New Media. Sejumlah grup industri media besar nasional secara strategis telah menyiapkan langkah konvergensi isi melalui dunia digital. Internet menjadi teknologi konvergensi yang menyatukan berbagai jenis media dalam satu bentuk baru media.

c.      Ada dua karakter ” baru” dari media yang bertumbuh lewat internet itu:

1. kecenderungannya menyajikan peristiwa secara cepat dan disajikan melalui video, suara dan teks.

2. melalui teknologi digital, pesan atau informasi menyebar secara horisontal, dari satu pengguna ke satu komunitas, atau sebaliknya. Misalnya, kemunculan YouTube, aplikasi jejaring sosial berbasis video, membuat berbagai peristiwa penting dikirim oleh individu dan dengan sekejap informasi bergambar itu bisa diakses secara global.

Faktanya, internet telah mengubah cara produksi dan distribusi informasi. Kemunculan internet tidak hanya mempermudah mobilitas manusia atau sifat-sifat positif lainnya, namun internet juga memicu terjadinya kondisi negatif  pada masyarakat.

d.      Sisi positif atau kekuatan  dari internet antara lain :

1.    Berita Cepat Tayang

Memperpendek jarak antara berita dengan peristiwa

2.     Berita Real Time

Menyajikan berita di tengah peristiwa berlangsung

·         1 Judul Berita 1 Topik

Menbuat berita ringkas dari  satu topik yang utuh

e.      Akibat negatif yang ditimbulkan dari internet adalah :

Kesenjangan Pengetahuan

Akses internet yang terbatas / tidak dapat dijangkau masyarakat pelosok menyebabkan timbulnya perbedaan pengetahuan antar masyarakat sehingga menimbulkan kesenjangan.

Penyalahgunaan Internet

Munculnya jejaring sosial seperti facebook, twitter, dll  sering disalahgunakan sebagian masyarakat untukperbuatan menyimpang dan merugikan orang lain

Menjadikan msyarakat individualis

Pada pengguna internet kelas berat akan muncul efek kognitif, seperti sikap individual terhadap lingkungan sekitar dan focus atau larut dalam dunia maya.

2.Konvergensi Media

a. Pengertian

Konvergensi media adalah adalah bergabungnya (berintegrasinya) fungsi-fungsi beberapa media ke dalam satu media. Konvergensi media telah menjadi tren saat ini. Konvergensi media muncul karena :

(1) dorongan kebutuhan akan beberapa fungsi media,

(2) teknologi yang telah memungkinkan berintegrasinya fungsi-fungsi dari beberapa media tersebut.

b. Contoh Konvergensi Media :

Fixed Mobile Convergence (FMC) ;

Komunikasi seamless (tanpa batas) membutuhkan solusi jaringan kabel dan nirkabel terintegrasi. Dengan FMC, keterbatasan akses bermacam jaringan bisa diatasi tanpa masalah. FMC memungkinkan layanan lintas jaringan bisa terjadi.

Internet

Sebagai jaringan, internet merupakan konvergensi antara komputer dengan teknologi jaringan serta infrastruktur telekomunikasi telepon (PSTN dan nirkabel/ wireless). Sebagai device (alat) internet merupakan konvergensi fungsi transmisi data, gambar, suara dan gambar bergerak.

Telepon genggam ;

Sebagai device (alat), telepon genggam memiliki fungsi sebagai telepon, radio, organizer , kamera, GPS ( Global Positioning System ) sederhana, siaran televisi ( video streaming ), e-mail , aplikasi jejaring sosial, m-banking , dsb.

TV Kabel ;

Sebagai device (alat), memiliki fungsi sebagai televisi siaran, televisi kabel, akses internet/data.

Teknologi Cetak Jarak Jauh ;

Yaitu dengan diintegrasikannya teknologi cetak modern dengan sistem transmisi data, baik melalui satelit (nirkabel), Local Area Network (LAN) berupa nirkabel dan kabel, maupun Personal Area Network (PAN) berupa bluetooth sehingga menghasilkan kemampuan cetak jarak jauh ( remote printing ).

c. Konvergensi dalam Industri Komunikasi

Bergabungnya beberapa perusahaan yang bergerak pada industri yang sejenis misalnya:

Industri televisi, seperti stasiun TV siaran, TV Kabel dan transmisi satelit (DBS TV).

Industri infrastruktur telekomunikasi: penyedia jaringan PSTN dengan Intelligent Network (IN) dan ISDN serta penyedia jaringan telepon seluler.

Industri radio: stasiun radio dengan penyelenggara jasa transmisi melalui satelit dan internet (radio satelit dan radio internet).

d. Dampak Konvergensi

Perubahan Gaya Hidup

Terjadinya perubahan dalam gaya hidup sehari-hari, antara lain terlihat melalui:

Munculnya “gaya hidup digital” dan gaya “hidup on line ” dengan penggunaan komputer dan LAN secara meluas, paperless office , real time data (untuk ATM dan Banking system , Airline reservation , dsb).

Memasyarakatnya “ cybermedia ” dan “ cybersociety ” sejalan dengan meluasnya pemakaian internet, aplikasi chatting , e-mail, dan e-commerce serta e-banking .

Munculnya “gaya hidup mobile ” dengan menggunakan ponsel secara luas serta pemanfaatannya untuk m-commerce dan m-banking .

2.      Kesenjangan Informasi

konvergensi media yang mengarah pada tren digitalisasi media akan menciptakan kesenjangan dalam penyebaran informasi kepada warga masyarakat yang tidak memiliki daya beli dan akses terhadap informasi

e. Contoh News site yang Berkonvergensi

Di Indonesia, dapat diakses news site atau jenis media lain yang telah mengalami konvergensi media. Misalnya :

A.   Kompas.com : menyatukan beragam platform media dari Grup Kompas Gramedia

B.   Detik.com :  menguasai  bursa media digital

C.   Okezone.com : konvergensi media yang dilakukan oleh MNC Group

D.  Vivanews.co.id : Visi Media Asia (VIVA ) yang membawahi  ANTV dan TVOne

E.   LiputanIndonesia.co.id : Sebagai misi dan visi media baru, sesuai dengan etika jurnalist dan idealis, sesuai amanah yang diatur oleh UU Pers.

Dengan fenomena diatas dapat  dilihat bagaimana para pelaku bisnis media membaca kecenderungan konvergensi ini dan menganalisis tentang  prospek New Media di Indonesia. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah  bagaimana internet membentuk jurnalisme baru dan mempengaruhi bentuk media di dalam kehidupan berbangsa.

3. Manajemen Media Online

a. Pengertian

Sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana pengelolaan media dengan prinsip-prinsip dan seluruh proses manajemennya dilakukan, baik terhadap sebagai industri yang bersifat komersial maupun sosial, media sebagai institusi komersial maupun sebagai institusi sosial.


Manajemen Media online adalah bagaimana pengelolaan media seperti definisi di atas dalam ranah internet. Mulai dari manajemen media yang berkonvergensi, iklan online dsb.

b. Menjaga Independensi Redaksi

•         Kontrol antarpenulis: tidak ada rapat redaksi, informasi mengalir dari lapangan, penulis bebas mengembangkan berita, fungsi pemimin redaksi terbatas, dll.

•         Kontrol pembaca: tanggapan berita secara langsung, komentar via email, protas lewat telepon, jumlah pembaca terekam dengan pasti

4.Online Advertising dan Mobile Advertising

Dunia pemasaran telah memasuki era baru yang revolusioner. Pada saat efektifitas komunikasi pemasaran tradisional mengalami penurunan, sebuah metode baru di dunia pemasaran mengalami perkembangan signifikan. Cara baru tersebut dikenal sebagai “pemasaran digital” yang menggabungkan faktor-faktor psikologis, humanis, antropologis, dan teknologis melalui multimedia dengan kapasitas besar dan interaktif. Hasilnya adalah babak baru interaksi antara produsen, intermediari pasar dan konsumen, dengan perantaraan medium teknologi begerak (mobile) sebagai unsur dominan.

Online Advertising telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Baik pemasangan iklan dengan situs yang gratis ataupun pemasangan iklan dikenakan biaya tertentu. Iklan melalui media internet dinggap sangat menguntungkan dan efektif. Hal tersebut didasari dengan maraknya masyarakat yang menggunakan internet, sehingga iklan yang mereka tawarkan dapat dengan mudah terakses dan nformasinya dapat ditangkap secara langsung oleh konsumen.

Bagi jaringan operator telekomunikasi, Mobile Advertisingmemberi banyak manfaat antara lain: Pertama, produk baru dalam manajemen jaringan telekomunikasi seluler maupun aplikasi fasilitas menjadi nilai tambah dalam berinovasi. Kedua, memberikan pendapatan tambahan bagi operator seluler—di luar pendapatan dari trafik pembicaraan—yaitu pendapatan dari advertensi dengan memanfaatkan teknologi layanan berbasis lokasi. Ketiga,meningkatkan peluang mendapatkan kepuasan pelanggan dan pengguna jasa operator telekomunikasi seluler, sebagai bentuk implementasi dari prinsip costumer intimacy. Keempat, Memberikan peluang timbulnya alternatif usaha-usaha baru di sektor telekomunikasi, seperti dalam hal penyedia muatan (content) layanan.

5.Kritisi Penulis

Pengorganisasian manajemen media online saat ini perlu diperhatikan, mengingat media baru atau media online memuat informasi yang mudah tersampaikan secara langsung kepada masyarakat luas. Baik buruknya  informasi di media online dapat mempengaruhi perilaku publik karena maraknya pengguna internet saat ini. Dengan alasan diatas, pelu adanya manajerial terhadap informasi yang akan disajikan atau disebarluaskan melalui jaringan online. Konten yang terdapat dalam media online, bermacam-macam seperti iklan, news atau berita, dan lain-lain. Khususnya media masa saat ini yang telah mengalami konvergensi baik dari media elektronik maupun cetak menuju web news sangat membutuhkan pengelolaan yang baik. Berita ynag disajikan pada dasarnya berpedoman pada aturan-aturan jurnalistik dan nilai berita yang layak untuk terbit.

Kemunculan konvergensi media memaksa perusahaan-perusahaan media untuk dapat bersaing dan menuruti keinginan pasar yang kini lebih menyukai pengaksesan informasi melalui media baru atau internet. Yang perlu diperhatikan oleh pengelola manejeman media online adalah tentang bagaimana suatu berita dikemas secara menarik, bernilai berita, tanpa meninggalkan independensinya sebelum diterbitkan melalui internet.

Keunggulan mengakses informasi melalui internet memang sangat dirasakan oleh mayoritas penggunanya. Siaran televisi atau media cetak dapat diperoleh secara langsung di internet tanpa membelinya. Selain itu, masyarakat yang tidak memiliki waktu banyak untuk meluangkan waktu menonton berita di televisi, dapat dengan mudah mengaksesnya via internet saat ia memiliki waktu luang.

Dampak negatif atau penyimpangan memang tidak dapat dihindarkan. Kemunculan jejaring sosial seperti facebook dll khususnya memerlukan perhatian yang lebih karena penyalahgunaan mayoritas muncul dari ranah tersebut. Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan sistem manajerial yang lebih ketat seperti pembatasan usia akses untuk situs-situs tertentu.

Note:

Lansiran dari berbagai sumber di Internet.

Bagikan berita ini