Televisi Pakistan tampilkan penyiar transgender pertama di negara Islam

0
229
Marvia Malik sebelumnya bekerja sebagai foto model.

Marvia Malik, seorang transgender yang telah mengantongi ijazah sarjana jurnalistik, mendapat pekerjaan sebagai penyiar berita di televisi swasta Pakistan.

Ia, yang juga merupakan seorang foto model, kini tercatat sebagai penyiar berita transgender pertama di saluran televisi di negara itu. Ia tampil pertama kali sebagai penyiar di televisi swasta Kohenoor pada Jumat lalu (23/03), setelah mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

ia menuturkan bahwa ia memaksa diri sendiri untuk tidak berteriak kegirangan ketika mendapat kabar lamarannya diterima.

“Mimpi yang saya saksikan adalah saya mampu menaiki tangga pertama untuk mewujudkan mimpi itu,” ujarnya.

‘Kemampuan’ bukan gender

Majelis Tinggi Pakistan pada tanggal 7 Maret lalu mengesahkan rancangan undang-undang untuk melindungi hak-hak transgender.

Selama ini komunitas transgender di Pakistan mengalami diskriminasi dan mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan. Sebagian di antara mereka terjerat ke dalam prostitusi, pengemis atau penari untuk mencari nafkah.

Dengan posisinya yang sekarang, Marvia Malik berharap dapat membantu meningkatkan kehidupan komunitas transgenfder di negaranya.

“Komunitas kami seharusnya mendapat perlakuan sama dan tidak boleh ada diskrininasi atas dasar jenis kelamin. Kami seharusnya mendapat persamaan hak dan dianggap sebagai warga negara biasa, bukan gender kelas tiga,” katanya.

Baca juga:  Polres Jombang Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuh Istri Polisi

“Keluarga saya tahu bahwa saya pernah bekerja sebagai foto model dan mereka tahu sekarang saya bekerja sebagai penyiar. Ini adalah era media sosial dan tidak ada yang tidak diketahui oleh keluarga saya. Namun mereka masih tidak mengakui saya.”

Pemilik televisi Kohenoor, Junaid Ansari, mengatakan kepada VOA bahwa Marvia Malik mendapat pekerjaan sebagai penyiar atas dasar kemampuannya dan bukan atas dasar pertimbangan jenis kelamin.

Awal bulan ini, Majelis Tinggi Pakistan mengesahkan rancangan undang-undang untuk melindungi hak-hak transgender, dan mengizinkan mereka menentukan sendiri identitas gender mereka.

Kasus-kasus diskriminasi yang dialami komunitas transgender sering terjadi, termasuk akses layanan kesehatan. Pada Juni 2016, seorang aktivis transgender berusia 23 tahun meninggal dunia setelah terlambat mendapatkan perawatan.

Menurut teman-temannya, Alisha, yang ditembak delapan kali, berada dalam kondisi kritis ketika dibawa ke rumah sakit tetapi karyawan rumah sakit tidak dapat menentukan apakah ia ditempatkan di bangsal perempuan atau laki-laki. (bbc)

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline