Telegram Rahasia Polri tidak menahan kasus narkoba, sidang dan rehabilitasi wajib

Foto: Telegram Rahasia (TR) Kapolri bernomor 865/X/2015 tertanggal 26 Oktober 2015.

Jakarta, – Kepolisian Republik Indonesia (RI) memastikan tidak akan memberikan sanksi penahanan kepada para pelaku atau penyalahgunaan dan berkedapatan narkoba yang tertangkap tangan oleh polisi. Bahkan, para pengguna tersebut pastinya akan direhabilitasi oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT).

Dalam kasus narkoba itu tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) Kapolri bernomor 865/X/2015 tertanggal 26 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Anang Iskandar.

Anang juga mengatakan, ” Dalam TR itu pihak Pokri juga telah menginstruksikan ke seluruh jajaran untuk membentuk Tim Asesmen Terpadu (TAT) sebagai langkah menangani para pengguna narkotika untuk mengobati atau rehabilitasi, bukan di tahan. Karena penyalahgunaan narkoba itu orang sakit, harus disembuhkan.” Tuturnya.

Seperti yang dikutip dari liputan6, Lanjutnya, ” Tim TAT dibentuk mulai dari tingkat Polda hingga Polres di setiap provinsi. Selain itu, TAT juga terdiri tim dokter dan tim hukum. Dan anggota polisi harus mentaati Telegram Rahasia Kapolri. Jika anggota polri tidak mentaati laporkan ke Mabes Polri, melalui website resmi kami www.polri.go.id kita akan kenakan saksi disiplin ” Tutup Anang. (one)

Bagikan berita ini
Baca:  Gubernur Sulut Pantau UNBK via Konferensi Video

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya