Telat Bayar, FIF Sidoarjo “Ancam” Sita Motor Almarhum

0
1687
Foto : Kantor FIF Sidoarjo

Liputan Sidoarjo – Ibarat Sudah jatuh masih tertimpa tangga, pasca suasana duka suami meninggal dunia secara mendadak. Dianggap sebagai ahli waris pemohon kredit (PK) almarhum Wasito, Moch.Nasruddin (23) dan Solikah (47) warga desa Randegan RT 6 RW 2 Tanggulangin, Sidoarjo, kaget saat sepeda motor beat Nopol W 2584 QN mau diambil paksa oleh debt collector PT. FIF Sidoarjo karena keterlambatan pembayaran.

Merasa tidak tahu terkait permohonan kredit yang kedua, yang sebelumnya pernah kredit sepeda motor dilakukan suaminya terhadap PT. FIF Sidoarjo hampir selesai. Nasruddin selaku anaknya menjelaskan bahwa ibunya tidak pernah tahu jika masih ada angsuran di PT. FIF Sidoarjo.

“Dulu memang pernah kredit sepeda motor. Kok tiba-tiba ada orang datang yang mengaku dari PT. FIF untuk menagih pembayaran dan hendak ambil paksa kendaraan dengan alasan telat pembayaran,” ungkap Rudi pada wartawan, Kamis (5/7).

Selain itu, Solikah selaku istri almarhum Wasito juga mengatakan, tidak pernah ikut menandatangani perjanjian jika suami melakukan permohonan kredit lagi dengan PT. FIF Sidoarjo.

Baca juga:  Kapolresta Sidoarjo, Sertijab Tiga Kapolsek Jajarannya

“Dulu saya ikut tanda tangan dalam perjanjian kredit saat mengambil sepeda motor. Tapi untuk peminjaman lagi, saya tidak tahu dan tidak pernah ikut tanda tangan,” ungkapnya.

Terpisah saat wartawan mengkonfirmasi PT. FIF Sidoarjo, Bayu Ezra selaku Customer Service mewakili PT. FIF menjelaskan, bahwa pihak keluarga harus tetap melunasi pembayaran.

“Memang kalau dari pihak management (PT. FIF) harus melunasi (keluarga). Entah pelunasannya berapa, saya juga tidak tahu,” ucap Bayu pada wartawan, kamis (5/7).

Bayu juga mengatakan, jika pihak keluarga selaku ahli waris juga mengerti saat dilakukannya perjanjian kontrak antara pemohon kredit (PK) dengan marketing PT. FIF Sidoarjo.

“Menurut pihak fif setelah dirapatkan, dari versi kita, (keluarga) merasa tanda tangan,” ucapnya.

Setelah dirapatkan oleh pihak management terkait permasalahan tersebut, Bayu juga mengakui jika ada perbedaan dalam tanda tangan perjanjian kontrak. “Iya memang beda, tapi bedanya sedikit,” dalihnya pada wartawan.

Saat disinggung terkait persamaan tanda tangan dalam perjanjian kontrak baru dengan yang lama tidak ada pengecekan terlebih dahulu, Bayu tidak mengerti permasalahan tersebut.

Baca juga:  Final Piala Dunia 2018, Ternyata Kroasia vs Perancis

“Itu kurang tahu, kalau itu bagian tim kredit yang memutuskan untuk sah dibiayai atau tidak,” tutupnya. (21k)

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline