SYAHBANDAR Tanjung Perak Surabaya Sarang Pungli, Digerebek Polisi

Syahbandar Tanjung Perak di datangi polisi, karena diduga Sarang Pungli.

Surabaya, – Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya sangat berbeda dengan situasi dan kondisi sebelumnya. Hampir selama lima tahun terakhir, kantor pelayanan publik tepi laut ini tidak pernah terjamah. Empat hari yang lalu, kantor itu disantroni oleh polisi sampai dua kali.

“Iya. Dua hari ini, dan bukan siang hari, tapi tadi pagi. Setiap ruangan dimasuki,” ucap sumber dekat di lingkungan regulator keselamatan dan keamanan pelayaran Tanjung Perak, Kamis (31/8/2017). Dilansir beritaonline.co.id

Masih menurut sumber tersebut, kedatangan aparat baju cokelat ke Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak bukan sekadar berkunjung kedinasan. Informasi yang digali, ‘kunjungan’ Polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jatim dan Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak itu dalam rangka memeriksa semua kelengkapan dan bentuk pelayanan publik yang selama ini dicurigai sarat kecurangan.

“Kami ini sudah diobok-obok. Sampai ruangan saya juga digeledah, dan ditanya macam-macam. Apanya yang dicurigai,” sambung Supriyanto, Kasi Penjagaan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya yang diperiksa seluruh isi ruangannya.

Baca:  Kapolri Didaulat Sebagai Pembicara, Seminar Fisip Unair 2017

Pri, sapaan Supriyanto mengaku, heran dengan masuknya Kepolisian ke wilayah Kesyahbandaran. Padahal, lanjut Pri, pelaksanaan kinerja pelayanan publik di Kesyahbandaran Tanjung Perak Surabaya sudah memenuhi mekanisme aturan yang berlaku.

“Ngakunya, dari Reskrim Ekonomi di Polda Jatim, namanya Heru. Tapi, katanya diperbantukan di Saber (Saber Pungli, red),” ujar Hari Giatno, Staf Bidang Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak.

Hari yang mengaku, menerima kedatangan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu hanya bisa menyilakan tanpa bisa berbuat diluar kewenangannya. Ia juga mengungkapkan, sudah dua kali ini aparat Kepolisian menyisir Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak.

“Saat itu (Rabu, 30/8/2017, red), Malah yang pagi tadi jumlahnya lebih banyak. Ada sekitar 6 petugas yang memeriksa dan menggeledah setiap ruangan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Amiruddin belum bisa dikonfirmasi. Namun terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Edi Sumarsono tidak menampik kedatangan petugas gabungan Kepolisian tersebut. Hanya saja, aksi aparat tersebut disayangkan bisa mengganggu kinerja kelembagaan dan pelayanan publik yang sudah tersistematis.

Baca:  Polresta Sidoarjo Lakukan Operasi Pekat Semeru, Jaring 1.282 Tersangka

“Kalau pelayanan sih tidak terganggu, tetap jalan seperti biasanya. Tapi, kinerja pegawai dihantui rasa was-was dan ketakutan, sehingga tidak nyaman. Kami sudah meminimalisasi praktik tidak bak dengan memasang central lock di setiap pintu,” tutupnya. (hak)

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya