Surabaya Grammar School “SGS” Dikeluhkan Warga Sekitar, Terkait Lalin dan Polusi

0
Dibaca: 18230 Kali

Surabaya Grammar School "SGS" Dikeluhkan Warga Sekitar, Terkait Lalin dan Polusi

LiputanIndonesia.co.id | Surabaya – Adanya pembangunan sekolah baru yaitu Surabaya Grammar School (SGS) bertaraf internasional yang berada di komplek perumahan elit wisata bukit mas Surabaya dikeluhkan oleh warga komplek. Setelah adanya pembangunan sekolah SGS Warga mengeluhkan jalan dikawasan itu macet juga terjadi polusi udara dan parkir kendaraan ngawur, yang diakibatkan oleh pengantar murid sekolah setiap paginya terjadi di sekitar sekolah tersebut. Kejadian ini juga disampaikan beberapa perwakilan warga perumahan wisata bukit mas saat usai mengikuti rapat koordinasi mencari solusi terkait masalah tersebut di Mapolrestabes Surabaya, kamis (30/3/17).

Salah satu perwakilan warga Dr. Oscarius Y.A Wijaya, SH, SE, MM menjelaskan, ” Saya selaku warga dan pengurus kampung sebenarnya setuju bahkan mendukung serta tidak keberatan dengan dibangunnya sekolahan itu, sebab program peningkatan sekolahan bertaraf internasional sangat bagus sekali, Namun kok berada di pemukiman warga padahal awalnya pihak pengembang tidak ada pemberitahuannya kepada warga, terkait pembangunan sekolahan ini” Jelasnya.

Lanjutnya, ” Seharusnya pihak dari Surabaya Grammar School itu, semua aturan juga harus ditaati dan tidak menimbulkan dampak bagi warga seperti kemacetan maupun polusi, supaya warga akan lebih bisa menerima, pihak polrestabes juga sudah menjembatani antara kami pihak warga dengan pihak Surabaya Grammar School, dan juga Kapolrestabes Surabaya. Kombespol M. Iqbal juga menyampaikan pada dasarnya pertemuan itu merupakan awal yang akan menuju pada persetujuan. Diharapkan, ada solusi positif bagi warga komplek wisata bukit mas maupun pihak Surabaya Grammar School.” Tutur Oscar.

Baca juga:  Wartawan Rusia, Arkady Babchenko, 'yang dibunuh' ternyata hidup

” Intinya warga tidak akan mempersulit apapun, yang penting semuanya jelas dan kami tidak terdampak serta pihak SGS bisa menjamin hal tersebut 100%, kami tidak mengambil posisi berseberangan dengan pihak manapun, yang penting ada solusi bagi kenyamanan warga.” Ujar Oscar.

Irwan selaku ketua RW 07 perumahan komplek wisata bukit mas surabaya menuturkan ” Selama ini warga merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan gedung SD SGS I maupun SGS II, dan saat ini saat pihak Surabaya Grammar School hendak membangun taman gedung baru dan pengajuan ijin untuk SMP justru pihak Surabaya Grammar school mengalami kendala baru melaporkan ke pihak pengurus warga.” Tutur Irwan.

” Kami selama ini dan warga tidak pernah dilibatkan dalam pengurusan perijinan, baik pembangunan SGS I maupun SGS II, justru saat mereka mengalami kendala terkait perijinan baru mereka menghubungi pengurus warga, termasuk saat dari dinas pendidikan maupun dari pihak pemkot surabaya dalam hal ini diwakili oleh Bidang Hukum (Bidkum) yang mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan itu harus sudah berijin tapi pada kenyataannya mereka belum ada ijin namun sudah ada murid SMP nya.” Jelas Irwan.

Baca juga:  Kasus Nenek dianiaya, Polres Pasuruan Kota Takut Tangkap Pelakunya

Irwan juga menambahkan, ” warga tidak pernah berniat untuk menghalang-halangi pembangunan, apalagi sejak pembangunan bangunan SGS I dan SGS II pun warga tidak pernah mempermasalahkan, justru harusnya warga yang melapor karena merasa terganggu kenyamannya akibat dampak dari kemacetan maupun parkir dari pengantar sekolah.” Tambahnya.

Surabaya Grammar School "SGS" Dikeluhkan Warga Sekitar, Terkait Lalin dan Polusi - http://go.shr.lc/2oL9i3H by @LiputanIndonesia.co.id

Feriana Susanti selaku Kepala sekolah Surabaya Grammar School lebih memilih untuk bungkam dan tidak mau komentar apapun terkait permasalahan yang terjadi di sekolahnya.

Waktu terpisah, Kapolrestabes Kombespol. M.Iqbal saat diwawancarai media Liputan Indonesia menambahkan, ” Kami selaku penengah yang dimintai untuk mediasi permasalahan ini, dengan datangnya warga komplek perumahan wisata bukit mas dan perwakilan dari Surabaya Grammar School (SGS), akan kita pelajari masalah ini, serta akan mencarikan solusi yang terbaik, agar semuanya tetap kondusif dan tidak ada ketersinggungan antar warga dengan pihak sekolahan. ” Tutur Iqbal. (one)