Status Tersangka Jasmas 2016, Ratih Retnowati Tetap Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Surabaya

Liputan Indonesia | Surabaya – Ratih Retnowati diambil sumpahnya menjadi wakil rakyat di Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2019). Padahal politisi partai Demokrat itu menyandang status tersangka, setelah Kejari Tanjung Perak mulai melakukan penyidikan anggota dewan lain. Ini terkait kasus Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD Kota Surabaya soal dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016.

Ia terlihat dalam pelantikan di Gedung DPRD Surabaya. Dengan menggunakan kebaya warna biru, Ratih duduk paling belakang berderet dengan anggota yang lain. Mengetahui menjadi sorotan media, Ratih bergerak keluar dari rapat paripurna melalui pintu samping gedung.

Dalam pelantikan, Ratih Retnowati, anggota DPRD Surabaya dari Partai Demokrat tetap mengikuti prosesi pengambilan sumpah janji anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 di Gedung DPRD Surabaya.

“Terkait kehadiran Bu Ratih ketika pelantikan tadi, saya kira dalam memenuhi undangan ya. Karena sebagai anggota dewan yang terpilih, maka Bu Ratih Retnowati juga diundang oleh sekertariat DPRD,” kata Ketua Bapilu Partai Demokrat Herlina Harsono Njoto kepada wartawan di DPRD Kota Surabaya. Dilansir dari detik.com

Walaupun ditetapkan sebagai tersangka kasus Jasmas, jelas Herlina, Ratih terpilih kembali menjadi anggota DPRD Surabaya.

“Saya tadi sempat mendengar namanya juga dibacakan dalam SK penetapan anggota dewan terpilih yang ditandangani oleh gubernur. Jadi Bu Ratih juga sah terpilih dan kemudian dilantik sebagai anggota dewan,” tambahnya.

Ratih diketahui tiga kali mangkir saat dipanggil penyidik dari Pidsus Kejari Tanjung Perak. Padahal, rekan-rekan lainnya sudah meringkuk di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini menyandang status tersangka dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya terkait korupsi dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016.


Sekretaris DPRD Kota Surabaya, Hadi Siswanto sebelumnya menuturkan, ” Ratih tetap dilantik sesuai surat keputusan Gubernur Jatim tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kota Surabaya. Dalam surat itu, nama Ratih tercantum dan total anggota yang dilantik tetap 50 orang,” ujarnya. Dikutip dari liputan6.com

Baca juga:  Polrestabes Tempuh Jalur Kekeluargaan, Santunan 20juta Akhirnya Tidak Di Otopsi (Kasus Alfi Tukang Sapu)

Usai mengucapkan sumpah janji, Ratih langsung meninggalkan ruangan sidang paripurna melalui pintu samping.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya mengusulkan penundaan pelantikan terhadap anggota DPRD Surabaya berstatus tersangka ke Gubernur Jawa Timur melalui Wali Kota Surabaya. (pai)

Berita Terkait

Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker