Spanduk Sekolah SMPN 3 Surabaya Hina Negara, Hormat Tangan Kiri

Dibaca: 187 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, Liputan Indonesia – SMPN 3 di Jl. Praban No.3, Genteng, Surabaya, Jawa Timur tidak selektif dan tidak Profesional, adanya temuan awak media papan spanduk dengan design lambang bendera merah putih serta seruan ” Sekolah kebangsaan memimpin masa depan ” dengan lambang gambar orang hormat di tangan kiri ini bisa terjadi.

Di sekolah SMPN 3 kota Surabaya di depan sekolah inilah menjadi tontonan yang tidak lazim bagi siswa maupun pengguna jalan lewat depan sekolah,  lantaran logo gambar orang hormat dengan tangan kiri di hadapan sang merah putih. Senin, (23/01/17).

Salah satu pengguna jalan yang melintas mengatakan ” Loh, kocak juga, bisa ada seruan berlogo hormat di tangan kiri padahal sekolah SMPN 3 itu bonafit banyak menciptakan murid berprestasi apa sekolah tidak tau sikap hormat kale,” ucap Rizky pengguna jalan sambil tertawa ketika di wawancarai oleh wartawan.

Wakasek SMPN 3 Drs. Aji Suharko bagian sarana dan prasarana, mengatakan ” Logo bergambar orang hormat itu pihak sekolah sebenarnya sudah mengetahui namun rencana mau mengganti lantaran terbentur oleh anggaran biaya operasional mas.” Ujar Wakasek.

Lanjut Aji, bahwa seruan berbunyi,” sekolah kebangsaan memimpin masa depan” dengan orang hormat pakai tangan kiri itu adalah pemberian dari wali murid. hampir 1 tahun logo gambar itu berdiri semenjak kepala sekolah menjabat,” ungkap Aji kepada wartawan.

Terpisah, kepala sekolah SMPN 3 Surabaya Budi Hartono SH,Spd,MM,MSc. Menjelaskan,” Bahwa logo bergambar orang hormat pakai tangan kiri itu sebenarnya tidak masalah mas, tergantung orang yang menilainya. malahan kemarin ada kunjungan dari menteri dan orangnya pak presiden jokowi, ya tidak dipermasalahkan,” kata Budi selaku kepala sekolah di ruangan dengan awak media yang meliput saat itu.

Baca juga:  Orang Rohingya di Myanmar Mendapatkan Perhatian Dunia

Seyogyanya dengan adanya kesalahan spanduk ini pihak sekolah langsung segera menindak lanjuti dan mengganti walaupun memakai dana anggaran pribadi, daripada nama baik sekolah tersebut dijadikan tontonan serta ejekan ke siswanya.

Ketidak profesionalan yang berimbas siswa siswi di bully oleh sekolah lain dan pengguna jalan. Dari dua pejabat sekolah SMPN 3 Surabaya sudah jelas berbeda pendapat, dalam hal ini sungguh di sayangkan. Sebab mereka adalah pemangku tanggung jawab untuk mendidik generasi muda Bangsa Indonesia untuk menjadi mepimpin masa depan.

Penulis: (tim)
Editor: (one)

ca-pub-2508178839453084