SMPN 8 Palangkaraya Sarang Pungli, 3 Oknum Guru ditangkap Petugas | Liputan Indonesia

SMPN 8 Palangkaraya Sarang Pungli, 3 Oknum Guru ditangkap Petugas

Advertisement
Foto: SMPN 8 Palangkaraya, Jl. Tilung, Palangka, Pahandut, Menteng, Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Liputan Palangkaraya – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah tiga oknum guru yang melakukan Pungli di lingkungan sekolah saat pendaftaran baru.

Tiga orang oknum PNS dilingkungan SMP Negeri 8 PalangkarayaJl. Tilung, Palangka, Pahandut, Menteng, Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diamankan Tim Intelijen Kejari Palangkaraya bersama Tim Intelijen Kejati Kalteng dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Sabtu (29/6/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

Ketiga oknum PNS yang diamankan berinisial S, R, dan SA. Dan salah satu dari ketiga oknum PNS menjabat sebagai kepala sekolah. Mereka diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) untuk kepentingan pribadi atau untuk memperkaya diri sendiri dan atau untuk orang lain.

Dalam OTT tersebut, selain mengamankan tiga oknum PNS, tim Intelijen Kejari Palangkara dan tim Intelijen Kejati Kalteng juga mengamankan barang bukti berupa 3 amplop berisi uang, HP, tas dan beberapa dokumen surat.

OTT dilakukan berdasarkan adanya informasi permintaan sejumlah uang untuk dapat memuluskan kenaikan kelas di sekolah tersebut. Dan Kasus ini sudah ditangani Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Palangkaraya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di SMPN 8 oleh tim Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Sabtu (29/6/2019).

Iklan anda Banner Lindo

“Kami mengamankan tangan 1 oknum kepsek berinisial SA, dan 2 orang guru berinisial S dan R,” kata Kasi Intel Kejari Palangka Raya, Mahdi Susanto kepada wartawan di kantor Kejari Palangka Raya, Sabtu (29/6/2019).

Menurut Mahdi, OTT tersebut dilakukan berawal dari adanya laporan masyarakat kepada pihaknya.

Modus dugaan pungli dan pemerasan yang dilakukan oknum kepsek dan guru sekolah yang berada di Jalan Temanggung Tilung Palangka Raya tersebut, diduga dilakukan kepada sejumlah orang tua murid yang tidak naik kelas.

“Untuk awalnya yakni laporan dari masyarakat yang tidak dapat kami sebutkan,” tuturnya.

Hal itu diakui salah satu orang tua murid kepada awak media Menurut orang tua murid yang meminta namanya tidak dituliskan itu, dugaan praktik pungli dan pemerasan itu dilakukan dengan modus meminta sejumlah uang kepada orangtua anak murid yang tidak naik kelas.

Dia mengaku, pada awalnya diberitahukan bahwa anaknya tidak naik kelas, karena alasan anaknya melebihi kapasitas Alpa (tidak hadir tanpa keterangan). Dan hal itu dinilai pihak sekolah tidak mempertimbangkan prestasi sang murid.

“Padahal anak saya itu sendiri merupakan yang berprestasi di akademik sekolah karena selalu masuk dalam peringkat 10 besar,” ujarnya.

Namun oknum guru dan kepsek mengaku masih bisa “mengatur” agar murid yang tidak naik kelas tersebut, nantinya tetap bisa naik kelas.

Namun hingga kini, belum diketahui berapa jumlah orang tua murid yang menjadi korban oknum kepsek dan guru tersebut. Hingga saat ini pihak kejaksaan masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga orang itu. ( #red )

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close