Sidang Perdana Ahmad Dhani Di PN Surabaya “dikawal” Ratusan Wartawan

Dibaca: 1188 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Liputan Indonesia, Surabaya – Sidang perdana Ahmad Dhani Prasetyo, artis dan musisi yang juga pentolan group band musik Dewa asal Surabaya, terjerat kasus UU ITE, diwarnai dengan kehadiran ratusan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, (07/02/2019).

Ruang sidang Cakra, tempat terdakwa Ahmad Dhani menjalani sidang, terlihat penuh sesak dengan kehadiran ratusan wartawan yang ingin meliput jalannya persidangan. Dhani hanya mengenakan blangkon dan kaos oblong dengan setelan celana jeans warna hitam. Musisi asal Surabaya tersebut tidak mengenakan rompi tahanan.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh 3 Jaksa Penuntut Umum (JPU) di wakili oleh Deddy Arisandi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Sedangkan 2 JPU lain yang mendampingi adalah Rahmat Hari Basuki, dan Winarko dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Dalam surat dakwaannya, JPU Deddy menyebutkan bahwa terdakwa Ahmad Dhani di duga telah melakukan pelanggaran UU ITE, saat menginap di hotel Majapahit Surabaya, ketika akan menghadiri deklarasi ganti presiden yang di prakarsai sendiri oleh mantan suami Maiya Estianti itu.

Mendengar dakwaan dari JPU tersebut, tim penasehat hukum langsung memberi tanggapan akan mengajukan nota keberatan (eksepsi).

” Kami akan mengajukan eksepsi yang mulia” tukas salah seorang PH.

Lebih lanjut, PH menyampaikan terkait penetapan penahanan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, terdapat 2 penetapan. Hal ini kemudian dijelaskan oleh hakim ketua R. Anton Widyopriyono SH., MH.

” Terhadap surat penetapan pertama itu tentang status penahanan. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan pemindahan sementara, di alihkan ke surabaya untuk menjalani proses persidangan di Surabaya. Dititipkan di tahan di Surabaya, begitu. ” jelas hakim Anton.

Baca juga:  SatReskrim Polrestabes Tangkap 7 Preman DebtCollector, Dilepas Tanpa Diproses Hukum.

Ketua hakim dalam persidangan tersebut menambahkan, penitipan tersebut dilakukan agar mempercepat proses persidangan yang di jadwalkan oleh Anton 2 kali seminggu itu. Jika telah selesai terdakwa akan di kembalikan kembali ke Lapas Cipinang, Jakarta.

Usai memberi penjelasan, Anton kemudian memberi waktu kepada tim Penasihat Hukum terdakwa Ahmad Dhani untuk mengajukan eksepsi pada sidang selanjutnya.

” Sidang di tunda hari Selasa, tanggal 12 Februari 2019, untuk memberi kesempatan kepada PH mengajukan eksepsi. ” pungkas Anton.

Sedangkan Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada sidang perdana Ahmad Dhani maka pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengamanan.

“Karena pagi ini ada agenda sidang yang menjadi perhatian publik, sidang Ahmad Dhani dan sidang Gojek, untuk itu kami bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk pengamanan,” tutur Sigit.

Aparat kepolisian yang diturunkan kali ini mencapai 400 personel termasuk mobil barakuda dan water cannon. “Kalau jumlah petugas kepolisian ada 400 yang disiagakan,” katanya.

Sigit berharap, dengan jumlah petugas kepolisian tersebut, sidang bisa berjalan dengan aman dan lancar.(awr/j4k)