Sebelum Pijat, Meninggal di Kamar Mandi. Over Dosis Apa Darah Tinggi?

Dibaca: 154 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Surabaya, LiputanIndonesia.co.id — Pria tua meninggal di kamar mandi sebelum dilayani pemijat plus plus di Tambak Adi 26 A, Surabaya, Jawa Timur. Pria yang dimaksud Kemas (51) Asli Palembang, Tinggal daerah Rangkah itu telah dikirim ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan autopsi.
Informasi yang dihimpun LiputanIndonesia.co.id, Kemas datang sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum dilayani oleh seorang pemijat, Kemas terlebih dahulu mandi, karena lama tidak keluar di kamar mandi, sang pemijat meminta ke penjaga Pidrat untuk dilihat. Ternyata Kemas tidak bernyawa lagi di panti pijat Nensi, Tambak Adi, Selasa (24/11/2015).
Diduga, warga Rangka, itu tewas karena sakit mendadak sebelum dipijat oleh terapis panti pijat tersebut.
Menurut salahsatu penjaga Pidrat Nensi yang namanya enggan disebutkan mengatakan korban datang sekitar pukul 19.00 WIB. Korban sebelum dipijat selama satu jam, meminta mandi terlebih dahulu. “Lama tidak keluar dari kamar mandi, eh ternyata meninggal dunia,” katanya.
Sementara Kapolsek Simokerto Kompol Herman Hosnol pada saat dikonfirmasi dilokasi mengatakan sebelum dipijat korban meminta handuk untuk mandi terlebih dahulu, karena lama keluar si pijat korban memanggil penjaga pidrat, ternyata korban sudah meninggal di dalam kamar mandi. ” Dugaan sementara korban mempunyai sakit darah tinggi. Petugas menemukan sebuah obat di dalam bungkusan, serta identitas korban. Saat ini semua pemijat dan penjaga pidrat dimintai keterangan di Kantor. Saya gak tahu kalau tempat itu sebuah pidrat karena tidak ada papan namanya,” ucapnya.
rep: (On1&Nur)
Baca juga:  KNPI Sagihe, Kuat Dugaan korupsi Listrik dikepulauan Sulut
ca-pub-2508178839453084