SatReskrim Polrestabes Tangkap 7 Preman DebtCollector, Dilepas Tanpa Diproses Hukum. | Liputan Indonesia

SatReskrim Polrestabes Tangkap 7 Preman DebtCollector, Dilepas Tanpa Diproses Hukum.

Advertisement

Surabaya, Liputan Indonesia – Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tujuh Preman berkedok debt collector PT JGO Sukses Bersama. Saat menjalankan aksi brutalnya, Senin (14/11/2016).

Nama-Nama Debt Collector tersebut adalah Wahyu Margahadi (46), warga Jl Kedung Klinter Surabaya, Sudiyono (34),warga Tembok Gede Surabaya, dan Romadon Eko (19), warga Perum Pranti Baru Sidoarjo, Setyohadi (38), warga Banjar Sugihan Surabaya, Havivi (29), warga Siwalankerto Surabaya, M Toha (35), wargaa Tenggumung Surabaya, dan Alfian (21), warga Banyu Urip Surabaya.

Mereka ditangkap SatReskrim Polrestabes, secara kebetulan melihat keributan di Jl Diponegoro Surabaya karena menghentikan secara paksa dan merampas motor milik Abdul Rosyid.

Pada saat itu, Abdul Rosyid sedang menggendarai motor Honda Beat dengan nomor polisi L 6577 GY milik Adi Susanto melintas di Jl Diponegoro, Senin (14/11/2016) pukul 14.00 Wib.

Sekawanan Preman yang mengatasnamakan debt collector, tiba-tiba Abdul Rosyid dihentikan kawanan debt collector tersebut pimpinan Setyohadi.

Motor yang dibawa Abdul Rosyid selaku kreditur yang menunggak angsuran kredit. Terdeteksi oleh preman berbadan hukum yaitu debt Collector dari laptopnya, dalam aksinya yaitu merampas ataupun menggiring ke kantor leasingnya, sebab  Setyohadi dan kawannya menganggap pantas di eksekutor walaupun sebenarnya perbuatan itu melawan hukum. Secara hukum di indonesia yang berhak menyita barang kreditur adalah juru sita pengadilan dan disaksikan atau dikawal oleh petugas hukum bukan Preman Debt Collector.

Iklan anda Banner Lindo

Debt Collector pun mengajak Abdul Rosyid (Kreditur) mengikutinya dan hendak dibawa ke salah satu lembaga pembiayaan keuangan.

Abdul Rosyid korban debt collector,. mencoba menghubungi sang pemilik motor, Adi Susanto. Tapi para kawanan debt collector terus memaksa dan terjadi adu mulut dan ribut dijalan.

Saat adu mulut itulah ada anggota Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya  sedang melintas di Jl Diponegoro.

Akhirnya Setyohadi dan kawannya diamankan serta dilakukan pemeriksaan diketahui surat tugas Setyohadi dan kawannya sudah habis kontraknya.

“ Kami melakukan penangkapan tujuh debt collector, karena melakukan aksi anarkis dan sweeping pengendara motor. Alasannya angsuran kreditnya bermasalah. Ini tidak boleh dilakukan para debt collector, yang berhak menyita barang kreditur adalah juru sita pengadilan, bukan mereka (Debt Collector) ” Tutur AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (15/11/2016).

Shinto menghimbau, masyarakat jangan takut menghadapi debt colllector yang melakukan sweeping dan berusaha mengambil paksa kendaraan karena DebtCollector itu tindakan melawan hukum.

” DebtCollector tidak berhak mengambil paksa barang dari seseorang, walaupun angsuran kredit bermasalah ataupun belum dibayar. Seharusnya lembaga pembiyaan mengajak petugas (polisi) untuk melakukan penyitaan barang, atau melaporkan ke pengadilan supaya juru sita pengadilan yang melakukan penyitaan ” jelas Shinto.

Perbuatan yang dilakukan para DebtCollector, polisi menjerat dengan pasal 368 KUHP atau 335 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, Perampasan atau perbuatan tidak menyenangkan. Ancaman hukuman penjara selama sembilan tahun.

Namun anehnya, rabu, (16/11/16). para Debt Collector tersebut dilepaskan tanpa adanya proses hukum dan tidak dilakukan penahanan sebagai efek jera kepada mereka (Preman berkedok Debt Collector) sekarang bebas berkeliaran kembali, karena sudah dilepaskan oleh pihak Polisi Polrestabes Surabaya.

Polisi berdalih ” Hukuman Luar ”  adanya dugaan pasal bisa diatur dan di kondisikan ” membuat para debt Collector merasa aman dijalan, karena ditahan maupun dilepas  Penyidiklah yang berhak memutuskan, dalam kasus ini proses hukum tidak dilakukan sesuai pasal yang di sangkakan terhadap tersangka.

Penulis (can/isk)
Editor (one).

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close