Sate Karak Ampel Lonceng, Makanan Khas Surabaya | Liputan Indonesia

Sate Karak Ampel Lonceng, Makanan Khas Surabaya

Advertisement

Sate Karak, Tidak banyak warga Surabaya yang mengetahui hidangan ini, kecuali mereka yang tinggal di daerah Surabaya Utara, khususnya Ampel dan sekitarnya karena bisa dibilang kawasan Ampel ini merupakan gudangnya peninggalan kuliner Surabaya.

Ternyata tidak sesulit yang dikira mencari penjual Sate Karak ini. Lokasinya berada di mulut gang Ampel Lonceng. Seberang Hotel Grand Kalimas yang terletak di Jalan K.H. Mas Mansyur. Dari sana akan terlihat langsung penjual Sate Karak tersebut.

Sate karak bukan sate yang terbuat dari karak, justru tidak ada kerupuk karak di sini. Sate ini terbuat dari potongan daging sapi dan jeroannya yang berukuran cukup besar, kemudian diberi bumbu. Uniknya, sate ini disajikan di atas piring bersama ketan hitam bercampur kelapa parut dan sambal bubuk.

Nasi sate karak dimasak dari campuran ketan hitam dan beras. Perbandingannya, 2 kilogram beras dicampur dengan 1 kilogram ketan hitam. Sehingga tak heran warna nasinya menghitam, tertular si ketan hitam. Sehari ia bisa menghabiskan 10 kilogram nasi karak dan 7 kilogram daging plus usus sapi.

Yang bikin terasa nikmat adalah satenya. Sate terdiri dari potongan besar daging sapi berikut lapisan lemaknya. Ada juga pilihan sate usus berukuran besar. Daging dan usus itu diracik menggunakan bumbu jangkep, yakni rempah-rempah lengkap dengan komposisi rahasia. Sayangnya, Ellis Romlah tak menawarkan daging tanpa lemak. “Kalau pesan, bisa saya bikinkan sate daging saja,” tambahnya.

Begitu tersaji di meja, aroma dan tampilan sate karak begitu menggoda. Lima tusuk sate berwarna keemasan dengan sedikit gosong pembakaran dan nasi ketan hitam yang ditaburi parutan kelapa segar.

Iklan anda Banner Lindo

Di sisi lain, ada sedikit taburan bubuk kedelai yang menghiasi. Rasanya? Perpaduan unik gurihnya rempah-rempah dan ketan berikut parutan kelapa khas jajanan pasar.

Ellis Romlah, Perempuan asal Kwanyar, Bangkalan, Madura itu sempat menawarkan nasi putih biasa jika pengunjung tak suka nasi karak. “Kalau nasi putih, taburannya bukan kelapa parut biasa, tapi serundeng kelapa,” ujarnya.

Perpaduan rasanya menciptakan citarasa khas Surabaya yang gurih dan sedap. Ketan hitamnya tidak terlalu lengket, sedangkan kelapa parut yang dicampurkan menimbulkan rasa manis kelapa segar yang khas. Saat keduanya dimakan bersamaan dengan sambal bubuk dan tentu potongan satenya menghadirkan kenikmatan yang unik, susah disamakan dengan masakan lainnya.

Bagi para pelanggan yang tidak suka jeroan bisa juga memesan dagingnya saja (tanpa jeroan). Atau bisa meminta nasi putih sebagai ganti ketan hitam. Tapi sebenarnya, justru kombinasi rasa ketan hitamnyalah yang menghadirkan cita rasa sangat khas. Bagi kalian yang penasaran, langsung saja menuju gang Ampel Lonceng.  Di sana kalian bisa menemui penjual Sate Karak ini dari pukul 17.00 hingga habis. (bay)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close