Sat-Reskrim Polrestabes Surabaya Ringkus Begal Motor | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Sat-Reskrim Polrestabes Surabaya Ringkus Begal Motor

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Surabaya, Liputan Indonesia – Sat-Reskrim Polrestabes Surabaya kembali berhasil mengamankan dua tersangka Begal motor di Kawasan Jl. Mayjend Sungkono pada Jumat (10/02) yang lalu, juga Meringkus Tiga Pelaku lainnya.

Kedua tersangka yang ditangkap terlebih dahulu yakni MOCH.LUTFI (16) dan M.FARID FAFIANTO (21). Sedangkan Tiga Pelaku hasil pengembangan Anggota Reserse Kriminal yakni Ketiganya adalah ACHMAD WAHYU (20), warga Jalan Krembangan Jaya dan SAMSUL ARIFIN (34), warga Jalan Krembangan Jaya serta MOCH.SAHRI (23), Jalan Dukuh Bulak Banteng VI Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga menjelaskan identitas ketiga pelaku lain ini terungkap setelah pihaknya memeriksa MOCH.LUTFI dan M.FARID FAFIANTO Menurut keduanya, dalam beraksi mereka tidak sendirian, melainkan dibantu oleh lima pelaku lain yakni ACHMAD WAHYU, SAMSUL ARIFIN dan MOCH.SAHRI.

Sementara dua orang lain yakni FAISAL dan SAHLAN ( DPO ) masih dalam pengejaran. “Saat ini kedua buronan itu masih kami lacak keberadaannya, sebab saat kami gerebek di rumahnya keduanya sudah tidak ada,” ungkap AKBP Shinto, Minggu (12/2).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan dalam menjalankan aksinya, kelima pelaku mencari sasaran dengan berboncengan dengan mengendarai tiga sepeda motor. Mereka biasa berkeliling mencari sasaran anak remaja yang mengendarai motor sendirian. Setelah menemukan target, mereka memepet motor korban dan menuduh korban sudah memukul adiknya.

Lalu, keduanya menghentikan laju motor korban.  Setelah itu korbanpun diancam dan mengajak korban untuk bertemu dengan adik salah satu tersangka.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

 “Korbanpun dipaksa untuk menyerahkan motornya kepada pelaku lain, sedangkan korban dibonceng oleh salah satu tersangka,” lanjut Shinto.

Menjelaskan ciri komplotan ini bisa dilihat saat mereka beraksi, selain korbannya masih anak-anak, mereka juga beraksi secera beramai-ramai. Hal ini digunakan untuk menakuti-nakuti korban. Tidak hanya itu, mereka juga sering mengancam korban dengan menggunakan sebilah pisau. Bahkan, mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika mencoba melawan.

“Komplotan ini cukup merasahkan, sebab berdasarkan catatan polisi, mereka sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali. Yakni di Jalan Wiyung dekat kampus Unesa, Jalan Sidoyoso, Jalan Sawah Sarimulyo Buntu Nomor 4 serta Jalan Penjaringan, sebelah kolam Renang Mentari Rungkut,” terang Alumnus Akpol Tahun 1999 ini.

“Jadi mereka berunding dulu sebelum beraksi, mulai dari kapan dan dimana mereka akan beraksi,” terangnya.

Dia menjelaskan setelah mendapatkan motor hasil rampasan, mereka biasa menjualnya ke Madura dengan harga Rp 2 juta per unit. Setelah berhasil, mereka menggunakan uang tersebut untuk membeli sabu-sabu (SS) di kawasan tanah merah untuk digunakan pesta. Mereka juga melakukan pesta SS itu di kos yang mereka sewa.

“Sedangkan uang sisa pembelian SS mereka bagi sama rata,” terangnya.

Sementara itu, kepada Polisi tersangka M.FARID FAFIANTO mengaku empat aksinya itu dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan saja. Awalnya mereka hanya iseng untuk melakukan aksi penajmebretan. Namun karena berhasil, mereka lantas melakukan aksi perampasan sepeda motor karena harga jual motor lebih besar.

“Saat itu, kami belum memiliki penadah untuk menjual motor tersebut,” jelasnya.

Selain kelima tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti yakni tiga unit sepeda motor yang mereka gunakan beraksi, dua buah kunci T dan satu bilah pisau penghabisan.

Pelaku akan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

Penulis : (isk)
Editor : ( red/one)

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close