SAMSAT SURABAYA BARAT: kami hanya menyediakan lahan, pihak ketiga yang mengelola

Dibaca: 146 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Liputan indonesia.co.id.Surabaya-       Pungli itu Klau di katakan nominal nya kecil, memang  kecil..

Tapi jika di kalkulasi jumlah nilai pungutan bisa menghasilkan milyaran rupiah per bulan.
“Itu fenomena yang terjadi pada pajak kendaraan bermotor (PKB)  di kantor samsat bersama surabaya barat, tak lepas dari calo dan pungli secara terang terangan para calo bebas kluar masuk kedalam ruang petugas .
Tanpa ada perasaan canggung dan gugup.

Saat media dan Lsm  melakukan investigasi ke samsat surabaya barat berhasil menemui staf paur (HARNO) 
Dengan nada angkuh menyatakan silahkan ditulis , semua temuan temuan dari calo hingga pungli dll.
Saya tidak apa apa paling paling paur nya (IBU SILVI) yang kenak. Ungkap nya

Tak kalah mencengangkan lagi stetmen dari oknum samsat lain tentang pungli yang secara terang terangan 
(IBU YAROH) mengenai parkir di halaman samsat tersebut , 
Kami hanya menyediakan lahan , pihak ketiga yang mengelolanya kami tidak tau berapa mereka menarik parkir.

“Bak seperti semut sebrang laut nampak jelas, gajah depan hidung tak terlihat,
Didepan halaman samsat yg sudah berjalan cukup lama , di pakek parkir masih mengelak tidak tau menahu
 (ibu yaroh) 
Jangan jangan sengaja di tutup tutupi Untuk mengaburkan permasalahan yang ada.

Menurut ketua LSM LASBANDRA .HAJI RAHMAD.SR.
Itulah salah satu kebiasaan oknum oknum yang tidak profesional dalam melakukan tugas melayani masyarakat sebagai mestinya di surabaya,
Seharusnya  (ibu Silvi ) selaku Ka’paur Samsat barat menertibkan pungutan liar di parkir yg berada di ruang lingkup samsat Barat,
“Sebagaimana yg tertuang di Perda no 4 tahun 2011 tentang  pajak mengenai tarif dasar parkir bahwa parkir untuk sepeda motor Rp. 1000,- tidak berlaku progresif dan untuk mobil Rp. 3000,- tidak berlaku progresif. Dilain hal  (ibu Yaroh)  selaku oknum Samsat barat mengatakan area parkir tersebut sudah disewakan kepada pihak ke 3, Siapakah pihak ke 3 tersebut ? Sejauh ini tim ormas Lasbandara masih menyelidiki siapakah orang ke 3 tersebut. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab ibu Silvi selaku Ka’paur Samsat sehingga tidak terjadi kebocoran anggaran daerah.

Baca juga:  Proyek SALURAN TIPE C (JL. PUCANG JAJAR SURABAYA ) Pengerjaannya Ngawur

Dilaporin penyimpangan yang ada  bukan nya ber terimakasi malah mengelak dengan seribu alasan 
( Sok suci sok bersih)
Seharus nya memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang ada bukan malah membela diri dengan angkuh.(Rifai)

ca-pub-2508178839453084