Rohis Kembali Dituding Pintu Masuk Radikalisme, MIUMI: Kemenag Pintu Pluralis

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Kota Bekasi Ustaz Wildan Hasan. Foto: Istimewa

Liputan Indonesia | Jakarta — Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) di sekolah kembali dituding sebagai pintu masuk radikalisme di sekolah. Kesimpulan itu masih merujuk pada hasil survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2017.

Menurut Kementerian Agama (Kemenag), radikalisme di kalangan generasi Z mencapai 37 persen berdasarkan survei itu. Ini kembali menjadi keresahan sebagaimana diungkapkan Ditjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Rohmat Mulyana terkait rencana Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan pada 9-14 Oktober 2019.

Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Kota Bekasi Ustaz Wildan Hasan menuding balik bahwa Kemenag juga sudah menjadi pintu pluralisme. Bahkan Perguruan Tinggi Islam hampir semuanya dimasuki paham ini. Tak terkecuali pembuat survei yang jadi rujukan Kemenag itu.

“Itu survei pesanan. Sudah maklum di UIN berlangsung proyek liberalisasi kampus Islam, target utamanya UIN, dulu IAIN,” kata Ustaz Wildan kepada Indonesia Inside, Rabu (2/10).

                   

Wakil Ketua Umum Pemuda Dewan Da’wah ini mengatakan, survei tersebut tidak bisa jadi rujukan. Tudingan bahwa kegiatan Rohis sebagai pintu masuk radikalisme adalah pemahaman agama sempit. Dia menilai itu adalah fitnah.

“Begini saja, mau nggak Kemenag diskusi terbuka? Buktikan tuduhan-tuduhan itu secara ilmiah,” katanya.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Sebaliknya, dia menyebutkan bahwa apakah ada jaminan semua pelajar yang tidak aktif di Rohis sudah berada di jalur yang benar? Apakah ada jaminan mereka tidak tercuci otaknya oleh paham pluralisme, liberalisme dan sekularisme?

Kemenag seharusnya berkaca pada perilaku umumnya siswa-siswa saat ini. Karena itu, dia menyayangkan rencana acara Pentas PAI Kemenag justru akan menjadi pintu ide-ide pluralisme. Kata dia, ini menjadi bukti pula bahwa arus besar pemikiran yang ada di Kemenag adalah pluralisme agama.

“Jelas ini sangat berbahaya. Kemenag malah menjalankan proyek musuh-musuh Islam,” katanya.

Menurut dia, Pentas PAI sendiri sangat bagus diselenggarakan dan digelar secara rutin. Hanya saja, pesan sponsor seperti pluralisme dan jualan isu radikalisme harus ditiadakan.

“Jangan hanya menuduh ada radikalis Islam kepada umat Islam dan lembaga-lembaga Islam, sementara kita khawatir Kemenag sendiri menjadi pluralis dan liberalis radikal,” tuturnya.

Anggota Majelis Tafkir PP Persis ini berharap Kemenag kembali ke khittah. Sebagaimana dulu awal dibentuknya Kementerian Agama dengan perjuangan yang tidak ringan, yaitu untuk menjaga aqidah, ibadah dan akhlak umat dari anasir-anasir perusak semacam pluralisme agama dan lain sebagainya. 

 

Sumber: IndonesiaInside.id

🔴 Baca Lainnya:

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close