Ratusan triliun uang pekerja migran 'hilang, ada potongan tak jelas' | Liputan Indonesia
Ratusan triliun uang pekerja migran 'hilang' di jalan

Ratusan triliun uang pekerja migran ‘hilang, ada potongan tak jelas’

Advertisement Ratusan triliun uang pekerja migran 'hilang' di jalan

Ratusan triliun uang pekerja migran 'hilang' di jalanLiputan Dunia – World Bank mencatat, pada 2019, dana sebesar US$700 miliar atau setara Rp9,8 kuadriliun, dikirimkan pekerja migran ke keluarga mereka di kampung halaman.

Namun, tahun lalu, sekitar US$300 miiliar (Rp420 triliun) tercatat “hilang” di jalan.

Sebagai ilustrasi, sebut saja seorang pekerja migran bernama Salma, yang setiap bulannya mengirimkan uang sebesar US$200 (Rp2,8 juta) pada keluarganya.

Namun, keluarganya hanya menerima US$186 (Rp2,6 juta). Ada selisih sekitar US$14 atau Rp200.000 yang “hilang” saat pengiriman.

Selisih itu merupakan biaya administrasi yang dibayarkan pada agen pengiriman uang, bank dan kantor pos.

Lalu, apa yang menyebabkan biaya pengiriman uang begitu besar?

Iklan anda Ratusan triliun uang pekerja migran 'hilang' di jalan

Universal Postal Union menyebutkan, mereka menyediakan pelayanan bagi pekerja migran di wilayah terpencil yang tidak memiliki rekening. Selain itu, logistik untuk mengangkut uang tunai membutuhkan lebih banyak biaya.

Sementara, Western Union mengatakan, biaya pengiriman bervariasi tergantung bagaimana uang dibayarkan dan cara pengiriman.

Solusinya, PBB berniat mengurangi biaya pengiriman yang sekarang berada di kisaran angka 7% menjadi 3% pada 2030 mendatang.

Tujuannya, agar keluarga para pekerja migran seperti Salma, bisa mendapatkan uang lebih banyak tanpa terpotong biaya administrasi.

 

Sumber: bbc.com/indonesia

Iklan AndaRatusan triliun uang pekerja migran 'hilang' di jalan


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close