Rampas Kamera Wartawan, Hakim Perintahkan JPU Tahan Pelaku

Dibaca: 155 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, Liputan Indonesia — Kasus perampasan kamera wartawan, Slamet Maulana yang akrab sapaan panggilan Ade, beralamat kawasan Makodam V Brawijaya Surabaya, empat tahun silam (oktober 2012) hingga kini kasus itu belum tuntas dengan terdakwa a/n Irine Magdalena (45) warga Jalan Sidoyoso III Surabaya. Senin, (19/12/16).

Fakta sidang kali ini, kamis (15/12)  dari saksi pelapor Gatot Irawan pimpinan redaksi Tabloid Panjinasional yang hadir sejak pukul.13.00 WIB di pengadilan Negeri Surabaya, ternyata sidang harus ditunda lagi lantaran terdakwa Irine berkali-kali tidak hadir, tanpa alasan dan mengabaikan pihak pengadilan. akibatnya  terdakwa dianggap tidak menghargai Majelis Hakim dan mempersulit jalannya persidangan, maka ketua majelis hakim Efran Basuning SH,MH geram dan mengeluarkan surat penetapan serta memerintahkan kepada JPU Ferry Rachman, Diperintahkan Hakim segera menahan terdakwa Irine. Sidang dilanjutkan kamis depan, agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

JPU Fery Rachman selaku Jaksa Penuntut Umum, menangani kasus tersebut, saat di konfirmasi melalui selulernya, (16/12). ” Kita sudah semaksimal mungkin agar persidangan berjalan lancar, berkali-kali sidang di agendakan namun terdakwa Irine tidak datang, mungkin membuat majelis hakim geram karena terdakwa tidak menghormati persidangan, maka majelis hakim memerintahkan saya selaku JPU dari saudara pelapor Slamet Maulana atau Ade untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa Irine. ” Tuturnya.

Masih Fery, ” Saya tinggal menunggu surat penetapan Hakim, agar saya bisa melakukan eksekusi dan menahan terdakwa Irine. ” Pungkasnya.

Terpisah, saksi pelapor Selamet Maulana ( Ade ) menjelaskan, ” Kasus saya tentang UU PERS bertahun tahun belum jelas hingga tahun 2016 ini baru di proses, terdakwa juga berkali-kali ingin meminta damai dengan menawarkan sejumlah uang senilai jutaan rupiah kepada saya, baik mendatangi rumah saya dan meminta damai melalui kerabat saya. Namun tidak membuahkan hasil karena terdakwa bersikukuh tidak bersalah dan tidak merasa bersalah atas perbuatanya,” Kata Ade (18/12).

Baca juga:  BKKBN Provensi Sulut Sewa Ratusan Mikrolet, Penumpang Terlantar Dimanado

Wartawan Dirampas Camera
” Saya menghormati persidangan biarkan majelis hakim yang memutuskan dengan bijaksana atas kasus saya, agar terdakwa memahami tugas seorang jurnalis  dalam mencari berita dilapangan dilindungi Undang-Undang  No. 40 tahun 1999 tentang Pers. ” Tutup Ade.

Penulis: (one).

ca-pub-2508178839453084