PT BIMA SAKTI ADHINATA Terlalu Sakti, Pekerjaan Ngawur Dinas PU Diam

Dibaca: 158 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, Liputan Indonesia – Adanya temuan penyimpangan dilapangan saat pengerjaan Proyek Pedestrian Diponegoro – HR. Muhammad Surabaya yang dilakukan oleh Kontraktor PT. BIMA SAKTI ADHINATA, sarat dengan pengurangan spec atau tidak sesuai  ketentuan pengerjaan dan harapan Pemerintah Kota.

Tidak terlihat perbedaan ketika pengerjaan sisi selatan Darmo Permai, dengan pngerjaan Pedestrian di jalan Diponegoro – HR Muhammad sangat tampak amburadul dan tidak relevan spesifkasi proyek. ( Sabtu, 6/8/16 ).
Atas dasar laporan warga setempat dan didampingi Lembaga Pemuda Pengawas Aset Negara ( L.P.P.A.N ) membenarkan jika pekerjaan proyyek itu tidak relavan dan terkesan buru-buru juga tidak mengindahkan RAB atau BOQ.
Dalam waktu terpisah, pihak Candra Soehartawan. SH. selaku Sekjen LPPAN mengkonfirmasi  untuk memberitakan ke awak Media Liputan Indonesia serta akan melaporkan ke Kejaksaan Negeri dan Dinas PUBMP terkait perihal adanya Dugaan Korupsi Proyek Pedestrian Diponegoro – HR. Muhammad Surabaya yang dilakukan oleh PT. BIMA SAKTI ADHINATA.
Saat wawancara singkat ” Pihak kami menerima laporan dari salah satu warga bahwa bangunan proyek saat pengerjaan ngawur dan tidak sesuai, diantaranya syarat pengeringan genangan air dalam saluran terlebih dahulu dipasang, masih adanya endapan lumpur serta banyaknya sampah didalam saluran, sehingga dalam pengerjaan yang baru ini tidak layak serta berbeda dengan aturan yang berlaku. ” Kata Candra Sekjen LPPAN.
Masih Candra, Proyek Pedestrian dijalan Diponegoro – HR Muhammad yaitu tanpa adanya lantai kerja dasar saluran, juga komposisi rabbatan beton tanpa adanya beton 1:3:6 (1sak semen, 3 pasir, dan 6 takaran tinslah), ” Sepele namun lantai kerja sangat pnting guna menahan beban tekan beton U-GUTTER, juga tentunya menahan beban geser jika hal ini nantinya pasti terjadi. terlhat juga pembersihan salauran pasca pemasangan beton prescast U-GUTTER, tidak dilaksanakan sehingga penuh dengan genangan air, lumpur dan sampah yang ada di dalamnya. ” Tambahnya.

Kejadian ini turut dibantu seorang ahli dibidang Proyek Pembangunan Saluran Magister Teknik ITS memberikan masukan dan pemahaman tentang pelaksanaan proyek dengan benar. Ia mengatakan ” Perhitungan seharusnya jelas sesuai langkah kerja, yang wajib dikerjakan oleh kontraktor sudah ada acuan dan mekanisme aturan tahapan pengerjaan proyek, dari gambar, rencana pekerjaan juga volume masing masing nilai satuannya. ” Ucapnya.
” Tentunya juga harus dilakukan bukan harus di korupsi atau di susutkan, bahkan di kesampingkan dari ketentuan yang sudah jelas rincannya. Tampak saat in pada pekerjaan Pedestrian ngan saluran yang dikerjakan lanjutan akhir tahun kemarin dijalan diponegoro. Langkah kerja dan Item volume bahan banyak disusutkan dan diduga dikorupsi. Hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan struktur saluran beton dan struktur item pedestrian yang saat ini dikerjakan. ” Tambahnya.
Pantauan hasil pekerjaan oleh Dinas terkait masih terus dilaksanakan, sampai berita ini dturunkan kembali, tidak adnya teguran ataupu pengawasan oleh pihak terkait, PT BIMA SAKTI ADHINATA tetap melenggang dan seolah tidak memperdulikan pihak pengawas dari instansi terkait. 
Informasi yang kami dapatkan Proyek Pedestrian dengan saluran + Curbing + Wiremes U-50, jalan Diponegoro pengerjaannya dilakukan oleh PT BIMA SAKTI ADHINATA, beralamat di Jalan Jotosanur Tikung, Lamongan, dengan nlai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp. 4.751.590.000.00 harga penawaran Rp. 4.067.595.000.00. serapan anggaran diperoleh dari APBD TA.2016. (one/can/PK)
Baca juga:  Proyek Pekerjaan CV Arga Inti Persada Terkesan NGAWUR, Layak Di Sidak Kejaksaan
ca-pub-2508178839453084