Proyek Puskesmas Sawah Pulo Surabaya, Dikorupsi Mandor dan Kontraktor

Proyek Pembagunan Gedung Puskesmas Sawahpulo, Besi Beton Bukan Standar SNI, Karakteristik Beton Dicampur Seenaknya. Kuat Dugaan sarat dikorupsi, karena Banyak Pengurangan Bahan Dan Tidak Sesuai BOQ atau RAB.

Surabaya, – Urutan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Puskesmas yang baru saja dikerjakan, akan menuai masalah terkait komposisi campuran bahan maupun standar bahan yang sejak awal pekerjaan sudah menyimpang dari standar Kekuatan Kontruksi untuk Gedung, yang telah diatur dalam Perencanaan gambar Rencana maupun dari ketentuan Standar Bill Of Quatiuty (BoQ) yang seharusnya dikerjakan.

Tampak besi beton yang digunakan dilapangan, tidak mengacuh kepada Standar Besi Beton yang disyaratkan atau berstandar SNI.

Hal tersebut dapat dilihat, saat wartawan Liputan Indonesia melakukan pengukuran diameter besi yang dipakai, masing-masing ukuran kurang dari volume diameter besi yang diharapkan. Sedangkan yang tampak dilapangan ada beberapa ukuran besi beton yang dipakai, pada besi yang berdiameter besar, sampai besi yang berdiameter kecil (sebagai besi beugel/ cincin pengikat rangakaian pembesian).

Jika yang diatur dalam diameter besi seharusnya, penggunaan besi 12D, seharusnya bertoleransi diameter tidak lebih dari 11,7 D, dan memiliki panjang besi 12 Meter. Namun dilapangan, hanya menemukan besi yang dimaksud hanya berdiameter 11,2 D dengan panjang besi hanya 11 meter, atau dalam lingkup Proyekan yang ada disebutkan bahwa besi tersebut bukan SNI namun hanya besi beton Banci/KW.

Baca:  Gubernur Jatim: E-Smart IKM Solusi Perluas Pasar

Jika hal terebut dilakukan penyusutan dari diameter besi beton, akan mempengaruhi, tekan hancur beton atau ketahanan dalam struktur gedung yang dikerjakan. Karena besi yang disyaratkan tidak dikerjakan di Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Sawahpulo. Karena beton bertulang sebagai kerangkah penguat gedung, memiliki sifat menahan beban hidup, beban mati dan beban beton itu sendiri nantinya, jika hal tersebut dikurangi akan berangsur kekuatan kerangkah beton tersebut akan patah, lendut secara bertahap nantinya.

Hal yang terpenting, juga ikut terpantau oleh Liputan Indonesia, perihal karakteristik Beton (tekan hancur beton) saat dikerjakan di setiap dimensi beton yang tampak dilapangan.

Terjadi penyusutan Karakteristik beton yang ada, sedangkan standar K beton telah dihitung sebelumnya dalam perencanaan dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya. Telah pula diatur dalam acuan bahan dan langkah kerja dari volume satuan yang tertera dalam BoQ, RAB dan RKS.

Dalam pantauan wartawan, proyek tersebut sangat tidak sesuai dengan Spec pemerintah kota Surabaya. Diantaranya yaitu, stek (sisa besi yang tersisa guna sambungan Kolom utama) lalu menerus dari beton strouss hanya tersisa 4 besi, untuk disambungkan kepada Kolom utama yang disetel. Apakah beton strouss yang telah tertanam dalam pengecoran. Dikerjakan dengan benar, atau hanya beton strouss mainan saja, namun pekerjaan itu sudah tidak terlihat.

Di dalam pengerjaan Juga terlihat asal-asalan, terutama pada rabbatan lantai kerja, tampak dipermukaan tanah ngawur, Kontraktor Pelaksana hanya merabat beton tanpa tulangan, tidak menggunakan landasan tanah sirtu dan hamparan pasir dibawahnya. Hanya dikerjakan langsung dari landasan tanah lempung bekas sisa galian pondasi yang diratakan.

Baca:  Sambut Idul Adha 2017, Polres Sumenep sosialisasi keamanan dan atur lalin

Beberapa pantauan yang dilakukan Liputan Indonesia, belum bisa menemui Pelaksana Proyek saat di lokasi dan terkesan menghindar, Demikian pula dari Dinas terkait juga belum dapat memberikan penjelasan terkait penyusutan volume bahan besi beton, karakteristik beton, maupun langkah kerja yang terkesan asal-asalan, dilapangan, pada proyek Pembangunan Puskesmas sawahpulo Surabaya.

Diketahui, Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas sawahpulo, dikerjakan di Tahun Anggaran APBD 2017. Dengan Harga Perkiaraan Sendiri (HPS) Rp. 1.999.668.000,00. Dengan Harga Penawaran Rp. 1.853.037.000,00. Yang dimenangkan oleh CV. WARDHANI, jalan Bagong Ginayan I/26A Surabaya. Masih menjadi pantauan wartawan, sebagai acuan nantinya, apakah pekerjaan gedung tersebut layak diterima, atau sebagai bentuk kerugian anggaran Negara nantinya.

Keterangan Foto :
Pekerjaan beton bertulang jenis kekuatan pondasi, masih menyimpang dari Karakteristik beton yang disyaratkan.

Sedangkan dalam Rabbatan beton tanpa diberikan tulangan pada permukaan pondasi, juga tidak menggunakan tanah sirtu dan pasir sebagai landasan. Pekerjaan proyek puskesmas Sawah Pulo ini sangat terkesan asal-asalan, kuat dugaan dikorupsi oleh Mandor dan Kontraktor. (mnr/bay/mlk).

Bagikan berita ini

Baca Lainnya