Proyek Puskesmas Sawah Pulo Dikorupsi, Dibeckup Oknum Wartawan

Surabaya – CV. Wardhani selaku pemenang lelang dalam Pengerjaan proyek Puskesmas Sawah Pulo Surabaya terkesan asal-asalan. Hal ini kuat dugaan banyak yang dikorupsi serta pelanggaran yang dilakukan, mulai pengurangan Volume bahan, pengecoran yang manual, besi yang tidak sesuai ukuran, yang telah diatur dalam Perencanaan gambar Rencana maupun dari ketentuan Standar Bill Of Quatiuty (BoQ) yang seharusnya dikerjakan, juga adanya dugaan dibeckup oknum wartawan inisial N.

Saat tim wartawan dilokasi pengerjaan gedung puskesmas sawah Pulo yang senilai 2 milyard ini yang dikerjakan oleh CV. Wardhani sangat banyak kejanggalan dan terkesan tidak terbuka dalam memberikan informasi kepada tim wartawan selaku kontrol sosial masyarakat. Rabu, (9/8/17)

Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas sawahpulo, dikerjakan di Tahun Anggaran APBD 2017. Dengan Harga Perkiaraan Sendiri (HPS) Rp. 1.999.668.000,00. Dengan Harga Penawaran Rp. 1.853.037.000,00. Yang dimenangkan oleh CV. WARDHANI, jalan Bagong Ginayan I/26A Surabaya. Masih menjadi pantauan wartawan, sebagai acuan nantinya, apakah pekerjaan gedung tersebut layak diterima, atau sebagai bentuk kerugian anggaran Negara nantinya.

Baca:  Gus Ipul : PLN 2019 Akan Targetkan Pasokan Listrik Desa Terpenuhi

Hasil wawancara singkat dengan pengawas proyek yang bernama Dipta, menerangkan bahwa ” pengerjaan ini udah sesuai dengan RAB dan BoQ. ” Ujar Dipta selaku pengawas.

Namun, dilokasi diduga masih banyak kesalahan bahkan mengurangi semua Volume bahan, mulai semen, besi tidak sesuai ukuran, dan juga dibeckup oleh oknum wartawan yang inisial N.

Dipta menambahkan, ” Mas langsung saja komunikasi dengan wartawan N, dia yang mengondisikan teman-teman wartawan ” Ucapnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, pemerintah kota dan kejaksaan wajib turun lapangan agar bisa mengetahui letak kesalahan dalam pembangunan Fasilitas Umum ini, supaya kedepannya tidak berdampak pada masyarakat. Dengan kekhawatiran bangunan roboh.

Jika hal terebut dilakukan penyusutan dari diameter besi beton, akan mempengaruhi, tekan hancur beton atau ketahanan dalam struktur gedung yang dikerjakan. Karena besi yang disyaratkan tidak dikerjakan di Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Sawahpulo. Karena beton bertulang sebagai kerangkah penguat gedung, memiliki sifat menahan beban hidup, beban mati dan beban beton itu sendiri nantinya, jika hal tersebut dikurangi akan berangsur kekuatan kerangkah beton tersebut akan patah, lendut secara bertahap nantinya.

Baca:  Karo Humas Pemprov. Jatim: Tidak Benar Kadiskanla Sebagai Tersangka

Hal yang terpenting, perihal karakteristik Beton (tekan hancur beton) saat dikerjakan di setiap dimensi beton yang tampak dilapangan.

Terjadi penyusutan Karakteristik beton yang ada, sedangkan standar K beton telah dihitung sebelumnya dalam perencanaan dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya. Telah pula diatur dalam acuan bahan dan langkah kerja dari volume satuan yang tertera dalam BoQ, RAB dan RKS.

(mnr/bay/mro)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya