Proyek Pavingisasi CV. Setiawan Bunda Di Bulak Banteng Layak Dipantau Kejaksaan

Dibaca: 149 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Surabaya, Liputan Indonesia – Pentingnya pengawasan dari Kejaksaan saat  pengerjaan pavingisasi baru dengan lebar 5 Meter tebal 6 cm berlokasi Bulak Banteng yang dikerjakan oleh Pemenang Lelang oleh CV Setiawan bunda yang beralamat di jalan Banjar Melati Gang Tengah 24 ini dilakukan secara asal-asalan berdampak pada penyusutan volume, sehingga kontraktor tak punya kemampuan dasar tenaga ahli terkesan asal jadi. Ada dugaan per-item ikut dihilangkan sehingga tidak akan sesuai dengan tujuan awal yang tertuang dalam BOQ. 

Telah terjadi penurunan drastis dari nilai pagu 3.224.236.242,00 dengan nilai kontrak 384.506.271,00 yang ditetapkan Dinas PU Pemerintah Kota Surabaya. Dengan anggaran yang minim dimanfaatkan oleh kontraktor Nakal untuk meraup keuntungan di dalam anggaran Daerah.

Salah satu warga sempat mengeluhkan adanya sumbatan air yang tidak keluar dari dalam rumahnya. sehingga fungsi keuntungan pekerjaan yang diperoleh warga tidak secara maksimal.

Secara Civil Enggenering, dalam BOQ ada keterangan uruk tanah terdiri dari sirtu dan diharuskan sirtu serta hamparan pasir diatasnya setebal 5 cm, pada saat melakukan stemper akan terjadi penyusutan 10 Cm – 15 Cm, Berem pengunci sisi dan kanan pemasangan paving seharusnya dijadikan satu dengan perencanaan saluran yang sehingga bisa tepat dalam pekerjaannya.

Sebelumnya lelang yang menangkan di titik yang berbeda, Gembong Sawah Gang I dan gang III dilakukan secara amburadul. Dana yang bersumber dari APBD TA. 2016 ini dilakukan dengan sia-sia terkait adanya nilai tawar kesepakatan Rp 554.729.747,00 hingga sisa anggaran sangat menipis dari nilai pagu Rp. 761.616.509,00 penurunan yang membuat kontraktor berniat untuk melakukan Tindak Pidana Korupsi.

Secara estetika kontruksi langkah kerja penataan precast dengan plat penutup beton elevasi tidak pas, terlihat dilebihkan. Sumbunya tidak diperhatikan guna ketepatan saat finis pekerjaan precast. Alhasil salah satu penutup plat beton menjadi menganga terganjal penutup beton depan,itu pun tak dilakukan pemotongan bahkan sengaja dibiarkan.

Ujung akhir pembuangan elevasi precas kedalaman kurang, dikawatirkan tidak bertahan lama. Secara kasat mata saat ini telah banyak kondisi pekerjaan yang rusak,retak.

Pengerjaan proyek ini dalam sorotan public yang dinilai telah melanggar Peraturan Pemerintah Cq Dinas PU No. 6PRTM280 tentang pedoman pengawasan penyelenggaraan dan pelaksanaan pemerintah. Hingga Pemberitaan ini di terbitkan, tidak ada pembenahan yang dilakukan pihak kontraktor, sehingga Dinas PU bina marga Pemerintah Kota Surabaya tetap saja kecolongan.(red: Can/tim)
Baca juga:  Buruh Demo Tuntut kenaikan upah, pengusaha memberi tanggapan beragam
ca-pub-2508178839453084