Problematika Transparansi MWA UI UM Dalam Pilrek UI 2019 | Liputan Indonesia

Problematika Transparansi MWA UI UM Dalam Pilrek UI 2019

Advertisement
Problematika Transparansi MWA UI UM Dalam Pilrek UI 2019

LiputanI Indonesia | Jakarta – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Indonesia (UI) untuk periode 2019-2024 telah usai. Namun, perdebatan mengenai hal tersebut masih terus berlangsung. Bimo Maulidianto selaku mahasiswa dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI merupakan salah satu mahasiswa yang menunjukkan bentuk ketidakpuasaanya terhadap Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) dalam proses Pilrek UI tersebut.

Saat ditemui oleh tim Pers Suma UI, Bimo menyayangkan MWA UI UM yang menurutnya tidak melibatkan mahasiswa dalam memilih calon Rektor tersebut. Terutama terkait unggahan LINE MWA UI UM oleh Althof Endawansa di akunnya. Menurut Bimo, pada paragraf terakhir postingan Althof, Althof seolah tidak memberikan pertimbangan kepada mahasiswa maupun forum terbuka yang diadakan tepat sehari sebelum debat tiga besar calon rektor.

“Ada enggak kata-kata ‘dengan mempertimbangkan hasil forum terbuka Universitas Indonesia’? Gak ada kan?” seru Bimo.

Selain itu, Bimo juga mempermasalahkan perihal forum terbuka yang diadakan sehari menjelang debat rektor dan saat aksi masif #TuntaskanReformasi berjalan, sehingga partisipan yang hadir dalam forum tersebut tidak banyak. Padahal, tiga nama terpilih calon Rektor UI sudah diumumkan dari seminggu sebelum debat tiga besar.

Selanjutnya, perihal informasi mengenai forum terbuka yang baru dipublikasikan dua jam sebelum pelaksanaan, Bimo sempat bertanya kepada Althof tentang publikasi yang telat tersebut.

“Alasannya katanya kenapa publikasi itu juga agak telat karena baru di acc (konfirmasi-red) temen-temen CEM itu di hari itu. Maksud gua kan, jangan terlalu birokratis dan isunya ini cukup dinamis gitu ya,” jelas mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi tersebut.

Iklan anda Banner Lindo

Tak hanya itu, Bimo pun juga mempertanyakan di mana suara Althof sebenarnya.

“Intinya poin yang gua permasalahkan adalah, Althof itu suaranya ke mana?”

Menanggapi hal tersebut, Althof Endawansa selaku MWA UI UM 2019 menjelaskan beberapa hal. Pertama, ia menjelaskan terkait pengawalan Pilrek yang dilakukan mahasiswa adalah serangakaian proses yang panjang. Pengawalan tersebut diawali dengan pengajuan nama figur potensial terbuka dengan empat nama yang diajukan mahasiswa masuk dalam 21 besar Calon Rektor (Carek).

Nama-nama tersebut diantaranya, Hikmahanto Juwana dari Fakultas Hukum (FH) UI, Rosari Saleh dari Fakuktas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, Ari Kuncoro dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dan Abdul Haris dari FMIPA UI. Maka dari itu, MWA UI UM memiliki tanggungg jawab moral untuk mengawal keempat Carek tersebut.

Perihal mendesaknya pertemuan untuk Forum Terbuka, ia mengatakan bahwa memang CEM sedang sibuk dengan aksi #Reformasi Dikorupsi, maka dari itu baru bisa melalukan forum setelah aksi selesai.

“Forum terbuka H-1 Pilrek terkesan mendesak bukan karena kesengajaan, tetapi memang dinamika isu nasional membuat CEM sangat sibuk dan baru menemukan waktu setelah aksi #Reformasi Dikorupsi,” jelasnya.

Saat dilakukan Forum Terbuka pada Selasa (24/9) dihadiri oleh perwakilan BEM UI, BEM FMIPA, BEM FK, BEM FKG, BEM FT, BEM FH, BEM FIK, BEM FKM, Mahasiswa FEB, perwakilan DPM UI, BK MWA UI UM, dan MWA UI UM. Dalam forum tersebut dibahas mengenai mekanisme pemberian rekomendasi nama Carek yang juga disertai oleh dokumen analisis sebagai bahan justifikasinya.

Kemudian, forum tersebut menyepakati bahwa akan dilakukan pemberian rekomendasi nama kepada Althof yang disertai dokumen analisisnya. Namun, Althof mengaku hingga beberapa menit sebelum dilakukan voting, hanya delapan BEM yang merekomendasikan nama itupun dengan tiga nama yang berbeda, dua BEM membebaskan Althof untuk menentukan pilihannya dengan pertimbangan asesmen sebelumnya dan yang lima lainnya tidak ada kabar yang masuk kepada Althof hingga voting berlangsung.

Selanjutnya, Althof mengatakan bahwa terbatasnya waktu membuat ia harus segera menentukan pilihan. Althof dengan mempertimbangkan rekomendasi mahasiswa, hasil penilainnya dari semua pengamatan ketika proses Pilrek berlangsung, dan melihat sikap Carek terhadap pergerakan mahasiswa, ia akhirnya memiliki satu nama yang memenuhi kriteria penilaiannya.

Namun, Althof juga selaku MWA UI UM menyayangkan dan meminta maaf atas mekanisme forum terbuka yang belum bisa berjalan secara maksimal.

“Hal ini tentu dapat menjadi evaluasi dan pembelajaran yang sangat berharga. Kedepan, MWA UM mengajak seluruh mahasiswa UI untuk mengawal tuntutan mahasiswa yang tertuang dalam rekomendasi kebijakan yang telah ditandatangani Rektor UI Terpilih periode 2019-2024 sebagai komitmen beliau untuk kepengurusan lima tahun kedepan,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa yang terpenting dari Pilrek ini adalah ketiga Carek telah menandatangani kontrak politik dengan aliansi mahasiswa. Maka dari itu bisa dikatakan bahwa aliansi mahasiswa mengawal Pilrek UI telah berhasil.

Teks: M. Aliffadli
Editor:  Kezia E.T
Foto: Anggara Alvin

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close