Presiden RI Resmikan Jalan Tol Sragen-Ngawi

0
Dibaca: 1113 Kali


SRAGEN – Presiden Jokowi meresmikan tol Sragen-Ngawi, Rabu (28/11/2018) siang, dimana ruas ini merupakan bagian dari Jalan Tol Solo-Ngawi. Peresmian dilakukan di rest area KM 538 kawasan Ngrampal, Sragen.

Setibanya di lokasi, Jokowi diajak melihat maket dan penjelasan pengerjaan Jalan Tol Trans Jawa (Merak-Surabaya).

“Saya senang di rest area ini banyak makanan khas daerah,” kata Presiden Jokowi.

Beliau menambahkan, “Saya senang tadi tengok kanan kiri, ada produk asli daerah di rest area. Ini sudah sesuai dengan yang saya sampaikan dulu. Rest area harus dipenuhi produk lokal, jangan dipenuhi brand asing. Memang seharusnya demikian, pembangunan jalan tol bermanfaat untuk masyarakat terutama di daerah sekitar jalan tol dan daerah sekitar. Dengan demikian, pembangunan jalan tol benar-benar memberikan dampak positif yang segera dirasakan masyarakat dan mengurangi dampak negatif,” pungkasnya.

Pak Jokowi juga mengkonfirmasi Menteri BUMN, Rini M Soemarno terkait penyelesaian Tol Jakarta Surabaya. Dipastikan proyek itu keseluruhannya selesai pada Desember 2018 ini.

“Tadi saya tanyakan ke Menteri BUMN dan Dirjen, beliau-beliau menyampaikan selesai Pak pertengahan Desember atau akhir Desember selesai semua. Bapak tinggal cari waktu meresmikannya kapan. Artinya sudah rampung kalau berani ngomong seperti itu,” kata Jokowi.

Baca juga:  MPC Pemuda Pancasila Surabaya Lakukan Bedah Rumah Peringati HUT Pemuda Pancasila Dan Hari Sumpah Pemuda

Terpisah, Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno mengatakan setelah diresmikan, masyarakat dapat menikmati jalan tol itu secara gratis. Dan penggratisan dilakukan selama seminggu sebagai sosialisasi tarif dan golongan kendaraan.

“Hal itu sesuai Diktum Kelima Kepmen PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018, pengoperasian tol Sragen-Ngawi adalah tahap ke tiga dari pengoperasian jalan tol Solo-Ngawi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Dan dioperasikannya jalan tol Solo-Ngawi secara penuh akan meningkatkan konektivitas beberapa daerah. Di antaranya Boyolali, Solo, Karanganyar, Sragen dan Ngawi. (red)