Presiden Perintahkan TNI-Polri Tangkap Pelaku Teroris, Indonesia Harus Kondusif

0
1865
Foto: Presiden Jokowi, dalam keterangan pers di halaman Mapolda Jatim.

Jakarta, — Dalam Aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur adalah kejahatan kemanusiaan. dan ini harus ditindak lanjuti oleh aparatur hukum Polri dan TNI serta dibantu semua lapisan masyarakat, Indonesia dinyatakan siaga satu darurat teroris.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat pidato jumpa pers di halaman Polda Jatim, mengatakan ” Saya selaku presiden ingin tinjau lokasi pengeboman, tindakan para pelaku terorisme itu sungguh tidak manusiawi, dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat anggota kepolisian dan juga anak anak yang tidak berdosa,” kata Presiden Jokowi, dalam keterangan persnya di halaman Mapolda Jatim, Minggu 13 Mei 2018.

Aksi terorisme ini, Presiden Jokowi sangat mengecam keras, karena menggunakan anak, untuk melakukan aksi itu, kasus ini sangat tidak manusiawi.

Diketahui, dari pengakuan beberapa saksi, pelaku bom bunuh diri juga membawa dua orang anak.

Lanjutnya, ” Pelaku yang menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan alat untuk pelaku bom bunuh diri digereja. aksi terorisme bukanlah karena berlatar agama. Karena dia meyakini, tidak ada satupun agama di dunia maupun di Indonesia yang membolehkan aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi di Surabaya pagi ini. Saya perintahkan kepada TNI dan Polri agar berikan rasa aman pada masyarakat, dan tangkap pelaku terorisme di Indonesia,  bukan hanya di Jakarta atau Surabaya. Pokoknya Indonesia harus kondusif jelang puasa dan lebaran.  ” jelas Presiden.

Baca juga:  Polresta Sidoarjo Edukasi Pencegahan Kenakalan Pelajar
Foto: Kapolri Tito Karnavian, dalam keterangan pers di halaman Mapolda Jatim.

Terpisah, Kapolri Tito Karnavian juga berpidato setelah presiden mengatakan, ” Aksi terorisne ini ditengarai dilakukan oleh kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Kelompok JAD melakukan apa yang diserukan oleh para narapidana terorisme di Mako Brimob agar aksi teror dilakukan di berbagai tempat, bukan hanya di markas kepolsian” Jelas Kapolri.

Lanjut Tito, ” Semua jajaran Polri di Indonesia siaga satu darurat terorisme, dimanapun berada. Mulai tingkat Polda, Polres,  hingga Polsek. Berikan rasa aman dan nyaman pada Masyarakat, ini perintah. Saya tidak mau masyarakat menjadi korban lagi. Cari para pelaku teroris dipenjuru Indonesia. Dekati masyarakat dan rangkul mereka, ini tugas kita semua. Kita ajak tokoh masyarakat untuk kolaborasi untuk keamanan menjelang Puasa dan Lebaran 2018.” Tegas Kapolri Tito Karnavian saat di Mapolda Jatim Jumpa pers.

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline