Polsek Wonocolo Kecolongan Adanya Angkutan Limbah B3 Yang Resahkan Masyarakat | Liputan Indonesia
Trending News

Polsek Wonocolo Kecolongan Adanya Angkutan Limbah B3 Yang Resahkan Masyarakat

Advertisement
Dok, foto Mobil Pick Up bak terbuka pengangkut limbah B3

Liputan Indonesia || Surabaya – Adanya kendaraan roda empat bermuatan Drum Oli bekas diwilayah Polsek Wonocolo sempat menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat sekitar lantaran parkir sembarangan.

Mobil Pick Up Grand Max bak terbuka milik PT Surabaya Jadi Jaya merupakan kendaraan angkutan pengelolahan Limbah B3 yang diduga untuk dimanfaatkan kembali.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Sidosermo 6 ini, dimana dirinya yang juga memiliki usaha percetakan merasa risih karena mengganggu jika ada mobilnya datang.

“Kami agak kesulitan untuk memutar dan memarkirkan kendaraan yang mau memuat barang kami, disini tempatnya sudah kecil ditambah banyak mobil yang muat oli ini parkir disini jadi tambah kesulitan” ucap warga setempat yang tak mau di ekspos namanya, Kamis (20/09).

Diduga Oli yang di muat oleh mobil PT. Surabaya Jadi Jaya tersebut ilegal tanpa memiliki surat ijin resmi salah satunya, sehingga saat dilakukan investigasi oleh awak media dilokasi ditemukan tiga unit mobil pengangkutan limbah B3.

Saat dikonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips R Lopung dirinya mengelak tentang adanya hal itu dengan mengatakan masih baru menjabat dan sempat mengelak bahwa lokasi tersebut bukan wilayah hukum Polsek Wonocolo.

Iklan anda Banner Lindo

“Lokasi itu bukan wilayah kami, kalau pun itu memang benar adanya pasti kami tindak, saya sendiri disini masih baru menjabat satu bulan jadi saya tidak tau kalau ada kejanggalan seperti itu,” tuturnya singkat.

Selain mengaku tidak tahu dirinya juga an berkoordinasi dan melimpahkannya ke Polrestabes Surabaya.

“Kasus seperti ini bukan kapasitas kami dan anggota kami pun terbatas, hal ini akan segera kami kordinasikan ke pihak Polrestabes untuk untuk melakukan penindakan lebih lanjut,” imbuhnya singkat.

Perlu diketahui, terlepas dari sisi ekonomisnya, maka oli bekas juga bersinggungan dengan ketentuan hukum terhadap para pengepul, pengangkut maupun pihak yang memanfaatkannya.

Menurut Pasal 1 angka (22) UUPPLH, pengertian Limbah B3 adalah “sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung B3”, sedangkan pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menurut Pasal 1 angka (21) UUPPLH, adalah: “zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain”.

Dengan mengacu pada ketentuannya, oli bekas merupakan salah satu jenis limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sehingga dalam pengusahaannya diperlukan izin dari pemerintah sesuai dengan lingkup atau cakupan usahanya. (Sinyo)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close