Polsek Tambun Bekasi Bongkar Klinik Tempat Praktik Aborsi Ilegal

Dibaca: 1106 kali
0
Unit Reskrim Polsek Tambun membongkar tempat praktik aborsi di sebuah klinik di Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu, (11/8/19)

Liputan Indonesia || Bekasi – Petugas Kepolisian Sektor Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membongkar dugaan praktik aborsi di Klinik Aditama Dua, Kampung Siluman, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu, (11/8/19).

Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sujatmiko mengatakan, penggerebekan itu berawal dari informasi yang diperoleh petugas dari masyarakat mengenai praktik aborsi di klinik tersebut. Petugas menangkap empat orang, termasuk seorang perempuan berinisial HM yang baru saja melakukan aborsi

Rahmat mengatakan klinik tersebut telah beroperasi selama tiga tahun. Ia memastikan klinik dan para karyawannya tak memiliki izin melakukan kegiatan medis.

“(Pasien) sudah banyak. (Kegiatan) aborsi baru sekali pengakuannya,” ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan klinik tersebut merupakan klinik umum. Di lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti untuk peralatan aborsi.

Pemilik Klinik Aditama Dua, HF mengatakan bahwa dia baru kali ini menangani tindakan aborsi. Sementara kliniknya sudah berdiri hampir tiga tahun.

Lokasi Klinik Aditama Medika II berlokasi di Jalan pendidikan, Kampung Siluman, RT 03 RW 19, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang dijadikan tempat praktik aborsi.

“Baru kali ini kami menangani aborsi, itu juga karena menolong, karena katanya sudah perdarahan

Pengakuan pasien soal biaya
Menurut pengakuan HM, dia melakukan aborsi karena merasa malu sudah hamil enam minggu dari hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Sementara pacarnya menolak bertanggung jawab atas kehamilannya .

Setelah mendapat informasi ada salah satu klinik yang bisa melakukan aborsi, HM mendatangi klinik tersebut dengan diantar teman dekatnya. Untuk menjalani aborsi, dia mengeluarkan uang sebesar Rp 5.500.000.

“Saya tahu keberadaan dan informasi mengenai klinik ini dari teman saya,” kata HM

Adapun empat orang ditangkap ialah Al (50), MPN (25), HM (25), dan WS (40). Keempatnya kini ditahan polisi.

Atas tindakannya, para tersangka diduga kuat melanggar tindak pidana di bidang kesehatan dan atau tindak pidana kesehatan dan atau tindak pidana aborsi.

Baca juga:  FUI Unjuk Rasa Sikapi Natal di Titik Nol Kilometer

Yakni Pasal 83 Junto 64 Pasal UU RI No. 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan atau Pasal 194 Jo pasal 75 ayat (2) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan atau pasal 348 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP.

“Masing-masing tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda, untuk pelaku aborsi diancam hukuman penjara 10 tahun, pemilik klinik dan tenaga medis diancam 5 tahun penjara. (ggng)

ca-pub-2508178839453084