Polsek Bubutan Salah Tangkap, Sidang Lanjutan Sapto Hadirkan Saksi-Saksi

Surabaya, Liputan Indonesia – Sidang lanjutan Sapto pihaknya menghadirkan saksi – saksi berjumlah 8 orang. Sidang yang berlangsung di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya terlihat sesak dengan para Saksi pihak Sapto yang menyatakan bahwa Sapto tidak bersalah. Senin, (13/2/17).

 

banner premium liputan indonesia murah 1jt 1minggu di setiap postingan

Kejanggalan dalam persidangan sangat nampak, Saksi dan Bukti Tidak Kuat, Polsek Bubutan Paksakan Menangkap Sapto.

Diwaktu sidang kamis, 9/2/17 pihak dari kepolisian Polsek Bubutan Surabaya tidak bisa menghadirkan saksi – saksinya dan tidak bisa membuktikan dengan alat bukti, bahkan salah satu saksi Polsek bubutan tersandung masalah hukum di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Wawancara singkat dengan Pengacara Sapto yaitu Bagus Teguh Santoso. SH. MH. CLA. Menuturkan, ” Sidang ini terkesan dipaksakan dalam melakukan langkah hukum kepada saudara Sapto, pihak Polsek Bubutan Surabaya tidak bisa menghadirkan Saksi – Saksinya ataupun tidak bisa membuktikan secara hukum, sedangkan Tersangka Sapto secara fakta hukum dan tanpa adanya alat bukti-bukti yang cukup untuk menahan Sapto. Serta Cacat hukum melakukan perbuatan yang tidak manusiawi (pemukulan) oleh Sat-Reskrim Polsek Bubutan Surabaya.” Tutur Bagus Santoso.

Baca:  Pakde Karwo : Pacu Pembangunan Infrastruktur Untuk Ungkit Kesejahteraan

Dalam sidang sejumlah saksi – saksi dari pihak Sapto, Agung mengatakan ” Saat Sabtu, 1 September 2016 malam, jam 17:30 WIB hingga 21:00 WIB Sapto berada di babadan rukun gang 6 ngopi dan ngobrol didepan kampung bersama saya, saya besok nya kaget kok tiba tiba ditangkap polisi, padahal kemaren dia (Sapto) tidak kemana mana. Jadi Polisi itu ngarang tidak berdasarkan bukti atau saksi akurat untuk menangkap atau menghukum Sapto.” Kata Agung selaku Saksi dan tetangga Sapto.

Salah satu Saksi bernama Mulyono juga menguatkan perkataan Saksi Agung. Mulyono mengatakan, ” Sapto alias Black menyapa saya, ” Woi Nang Endi rek ” hai kemana teman, dan dia mengajak saya ngopi ” Kata Mulyono selaku saksi Sapto.

Saksi Candra Sulistya (Sutris) penjual gorengan juga mengatakan ” Sapto atau Black memang betul beli gorengan dan ngopi di depan rumah tempat saya, Sabtu, 1 September 2016 malam, jam 17:30 WIB hingga 21:00 WIB ngobrol bersama temannya. Tapi kok aneh Sapto atau Black pada hari Sabtu, 1 September 2016 dituduh mencuri motor oleh Polsek Bubutan Surabaya ” Kata Sutris penjual gorengan di Babadan Rukun didepan kampung.

Baca:  Tim Saber Pungli Tangkap Oknum Camat dan Sekcam Mojokerto

Bagus menambahkan, ” Tempat lokasi antara Babadan Rukun Pasar Malam kawasan Demak ke arah lokasi Krembangan kantor DPRD sangat jauh, sangat tidak mungkin dengan waktu dan hari yang sama korban Sapto melakukan aksinya, yaitu Polsek Bubutan Surabaya menuduh mencuri Motor, dan kita akan melakukan upaya tuntut balik terkait pemukulan kepada klien kami ” Tutup Pengacara Sapto.

Penulis : (mnr/slm/Din)
Fotografer : (anw/mksn
Editor : (slmt)

Baca Lainnya:

Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda. Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS