Polrestabes Tempuh Jalur Kekeluargaan, Santunan 20juta Akhirnya Tidak Di Otopsi (Kasus Alfi Tukang Sapu)

Dibaca: 147 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia


Surabaya, Liputan Indonesia – Itikad baik dari pihak Polisi Polrestabes Surabaya, terkait kasus salah  tembak sasaran oleh anggota Polrestabes yang pada saat melakukan pengejaran para pelaku pencurian mobil box bernopol L 8248 GJ di jembatan Suramadu (26 Agustus 2016), Tukang sapu Alfi Nuril Fitrah 34th warga Gedung Cowek Surabaya menjadi korban salah sasaran tembak  peluru ‘Polisi’ dan disertai permintaan Maaf langsung dari Polrestabes Surabaya atas kasus kecelakaan salah tembak itu.
Keluarga korban tidak akan menuntut jalur Hukum Perdata maupun Pidana karena pihak Kepolisian dan keluarga sudah menyepakati melalui surat pernyataan yang dibuat oleh Polisi, Sampai saat ini, pihak kepolisian Polrestabes Surabaya tidak melanjutkan kasus salah tembak yang berakibat meninggalnya sang tukang sapu Tol Suramadu itu. Hal ini disampaikan pihak keluarga korban salah tembak (alm) Alfi melalui kakak kandung Nurlaila (52). 
 Saya selaku kakak korban Kasus salah tembak yang berakibat adik saya (Alfi) meninggal dunia, saya orang beragama Islam, ikhlas dengan Takdir mas, atas kematian adik saya (alm) Alfi sekalipun pihak polisi tidak mengungkap kebenaran kasus itu, sebab itu adalah musibah dan itu adalah unsur kecelakaan serta sudah Takdir Ilahi . Walaupun dari kepolisian tidak mengakui proyektil peluru yang bersarang diperut Alfi itu miliknya Saya ikhlas dengan takdir, bukti pihak polisi menyodorkan surat pernyataan yang isinya tidak melakukan otopsi serta tidak menuntut secara pidana maupun perdata dikemudian hari,” ungkap Nurlaila.
“ Kita sepakat sekeluarga menandatangani surat pernyataan yang dibuat pihak kepolisian. Dengan  santunan yang diberikan kepada keluarga yaitu mendapat Rp10 juta dari Pak Shinto dan Rp10 juta dari Pak Agung. Ya kita terima saja sebab kasihan yang meninggal, agar Alfi tenang disana, Keikhlasan saya dan keluarga tidak melihat uangnya yang hanya RP20 juta, akan tetapi saya menghargai niat baik dari pihak kepolisian dan saya Pasrah kepada Tuhan Y.M.E saja mas “ tegas Nurlaila.
Kakak Korban  (alm) Alfi Nurlaila mengatakan, pihak Propam Polda  juga pernah mendatangi rumah saya dengan maksud menanyakan kronologis kejadian salah tembak  dan latar belakang adik saya Alfi.
 “ Sejak awal Polres dan keluarga tidak ada persepsi mas, dan kita hanya memberikan santunan supaya bisa meringankan beban keluarganya ” pungkas singkat Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga atas santunan dan surat pernyataan kepada pihak keluarga  Korban, Selasa (20/9).
Himbauan dari, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji saat kedatangan Kapolri lalu di Mapolda Jatim kepada sejumlah wartawan mengatakan, untuk kasus salah tembak di jembatan Suramadu agar Kapolrestabes segera menyelesaikan kasus tersebut, agar pihak keluarga korban tenang.
Baca juga:  Kapolsek Simokerto Surabaya, Kompol Herman Hosno, Pimpin Langsung Patroli Sepeda
ca-pub-2508178839453084